Matangkan Persiapan Menuju Pesparawi Nasional ke-14 di Manokwari, Tujuh Kategori PS Asal Mimika dan Puncak Jalani Evaluasi
“Lewat nyanyian kita berdamai dengan Tuhan dan sesama. Orang yang bernyanyi adalah mereka yang hati, pikiran, dan emosinya bersih dari iri hati, kebencian, dan dengki, serta tetap rendah hati dalam memuji Tuhan,” katanya.
Ketua Harian LPPD Papua Tengah, Mince Taubun, dalam arahannya menyampaikan salam hangat dari Ketua Umum LPPD Papua Tengah kepada seluruh peserta yang disebutnya sebagai “artis-artis Tuhan”, yang langsung disambut tepuk tangan meriah.
Mince menegaskan bahwa setiap makhluk yang bernapas wajib memuji Tuhan dan mengikuti lomba paduan suara merupakan bagian dari memuliakan Tuhan, sementara kemenangan hanyalah bonus.
Ia memotivasi para peserta agar tidak mudah menyerah meski merasa suara kurang bagus atau kemampuan belum sempurna.
“Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Bernyanyilah dengan hati, bukan hanya mengandalkan teknik. Lagu yang dinyanyikan harus lebih menyentuh daripada sekadar suara yang indah,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan, saling mendukung dalam tim pelayanan, dan tetap rendah hati.
“Ketika dipuji jangan terangkat hati, tetapi tetap rendah hati. Saat dipuji, kita harus bersyukur karena Tuhan sudah memberikan suara yang baik,” ujarnya.
Mince juga berpesan agar talenta yang dimiliki digunakan untuk memuliakan Tuhan dan membantu sesama dengan bekerja sepenuh hati.
Sementara itu, Ketua LPPD Kabupaten Mimika, Johan Ade Matulessy, menjelaskan kegiatan evaluasi ini merupakan bagian dari persiapan tujuh kategori peserta dari Mimika dan Puncak untuk mengikuti Pesparawi Nasional di Manokwari.
Ia menjelaskan Mimika mengikuti dua kategori, sedangkan lima kategori lainnya merupakan gabungan peserta dari Mimika dan Puncak.
Menurut Johan, tim dari Mimika dan Puncak direncanakan berangkat pada 10 Juni 2026 dari Timika menuju Nabire dan akan dilepas oleh Bupati Mimika sebelum bergabung dengan kontingen dari Nabire.
Selanjutnya, seluruh peserta dari tiga kabupaten tersebut akan dilepas oleh Gubernur Papua Tengah menuju Manokwari, Papua Barat.
Ia mengakui persiapan latihan telah dilakukan hampir satu tahun.
“Intinya sesuai pesan Gubernur Papua Tengah bahwa tim dari Papua Tengah harus tampil lebih baik dan bila perlu menjadi juara,” kata Johan.
Selama masa persiapan, lanjut Johan, LPPD Mimika dan LPPD Puncak terus berkolaborasi dengan melaksanakan seluruh latihan di Timika. **



