Timika,papuaglobalnews.com – Menindaklanjuti program Clean Friday yang dicanangkan Pemerintah Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Pemerintah Kampung Nawaripi bersama warga menggelar program Jumat Bersih pada tanggal 24 Januari 2026. Program ini fokus pada pembersihan lingkungan di empat RT yang ada di Kampung Nawaripi dan mendapatkan sambutan antusias dari warga setempat.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program Clean Friday yang dicanangkan oleh Kepala Distrik Wania pada pertengahan tahun 2025 lalu. Dengan melibatkan aparat kampung, dusun, RT, dan perwakilan warga dari empat RT, kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kampung Nawaripi.

“Januari ini, kita mulai dengan melibatkan aparat kampung, Dusun, RT, dan perwakilan warga dari empat RT ini,” kata Norman dalam arahannya saat apel pagi sebelum kegiatan pembersihan dimulai.

Dalam kegiatan ini, masing-masing RT mengirimkan lima orang perwakilan untuk bekerja di lingkungan RT mereka. Selain itu, perwakilan dari Lanud Yohanes Kapiyau Timika juga turut serta dalam kegiatan ini.

Norman menambahkan, pihak Lanal Timika juga telah mengonfirmasi akan bergabung dalam kegiatan tersebut.

Peserta Jumat Bersih dilengkapi dengan berbagai peralatan kerja seperti skop, sapu lidi, penggaruk sampah atau rumput, serta sarung tangan, masker, dan air minum. Setelah kegiatan pembersihan, aparat kampung menyediakan makan siang bersama di Sanggar Merah Putih.

Norman juga mengingatkan agar sebelum turun ke lapangan, aparat kampung memeriksa kehadiran peserta dari setiap RT untuk memastikan bahwa semua perwakilan telah hadir. Setelah itu, peserta diarahkan menuju perempatan kampung dan setiap RT melaksanakan pembersihan di wilayah mereka masing-masing.

Ia menekankan bahwa kegiatan Jumat Bersih ini merupakan program wajib kampung yang melanjutkan program Clean Friday Distrik Wania. Program ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah kampung.

“Intinya, kita akan rutin mengadakan kegiatan ini. Setelah berjalan rutin, warga akan merasa bahwa kebersihan kampung adalah tugas kita sehari-hari dan tidak lagi bergantung pada pemerintah kampung,” harap Norman.

Berdasarkan pantauan media ini, kegiatan Jumat Bersih mendapat sambutan antusias yang cukup tinggi dari warga setempat. Awalnya, hanya lima orang yang diutus dari setiap RT, namun jumlah peserta yang datang secara sukarela meningkat pesat, mencapai lebih dari 60 orang, bahkan 80 orang. Kondisi ini cukup menggembirakan mengingat sebagian besar warga sudah berangkat berkebun di tanggul barat. Jika tidak, jumlah peserta bisa mencapai ratusan orang.

Ratih, Koordinator Lapangan Kebersihan Kampung, mengatakan bahwa awalnya pihaknya hanya mengakomodir lima orang dari setiap RT. Namun, di lapangan, jumlah warga yang bergabung bertambah. Ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas sambutan positif dari warga, meskipun sebagian besar sudah berangkat ke kebun.

Kebersihan lingkungan ini, selain untuk menjaga kesehatan dan mengurangi sampah serta risiko penyakit malaria, juga dilakukan dalam rangka menyongsong perayaan Krisma bagi anak-anak Kampung Nawaripi yang akan dilaksanakan pada Minggu, 25 Januari 2026. **