KNPB menegaskan bahwa pihaknya menjunjung tinggi nilai-nilai universal, terutama nilai kemanusiaan, keadilan, kebenaran, dan kebebasan.

“Demokrasi tidak diberikan secara gratis oleh siapapun. Demokrasi diperjuangkan oleh rakyat itu sendiri, rakyat yang demokratik itu sendiri dengan keringat dan berdarah-darah,” tulis Warpo dalam pernyataan itu.

KNPB sebagai Ruang Ekspresi Rakyat

Dalam rilisnya, KNPB memposisikan diri sebagai media atau ruang bagi rakyat untuk bersuara. Organisasi ini menyatakan tidak akan membatasi bentuk penyampaian aspirasi.

“KNPB sebagai Media hanya alat untuk menyiapkan panggung, menyiapkan mimbar dan menyiapkan tempat dimana tempat pertemuan rakyat, dimana menyiapkan mimbar bagi rakyat untuk datang berekspresi menyampaikan pikiran secara tertulis maupun lisan dalam bentuk apapun,” demikian pernyataan Warpo.

KNPB kata Warpo membuka diri untuk menerima semua kritik, saran, dan aspirasi dari masyarakat terkait pelaksanaan aksi.

Seruan kepada Publik

KNPB mengajak seluruh rakyat Papua dan seluruh lapisan masyarakat untuk tetap antusias dan mempersiapkan diri menyambut 15 Agustus. Mereka meminta tidak ada pihak yang menghalangi jalannya aksi, dengan alasan menghormati prinsip demokrasi.

Aksi 15 Agustus dipilih bertepatan dengan tanggal ditandatanganinya New York Agreement. Bagi kelompok pro-kemerdekaan Papua, tanggal tersebut selama ini diperingati sebagai simbol awal hilangnya hak penentuan nasib sendiri bagi Orang Papua. **