Ketua IV DPRPT John Gobay Terima Aspirasi Mahasiswa PT, Janji Siap Teruskan ke Pemerintah Pusat
John Gobay merespon dengan bahasa yang menenangkan. Ia meminta massa untuk tetap damai. Ia mengingatkan bahwa kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi dialog dan bukti data akan membuka pintu di Jakarta.
Ia juga mengakui bahwa DPR Papua Tengah sudah berulang kali mengirim surat dan meminta audiensi ke DPR RI, tetapi sampai hari itu belum ada jawaban pasti. Karena itu, ia berjanji akan kembali mendorong, akan kembali mengetuk pintu Senayan, dan akan terus mengawal agar aspirasi ini tidak dipetieskan.
Momen penyerahan aspirasi ini penting karena menunjukkan dua hal. Pertama, mahasiswa masih percaya pada institusi. Mereka tidak membakar, tidak merusak. Mereka datang dengan tertib, membawa dokumen, dan meminta untuk didengar. Kedua, ada anggota dewan yang bersedia turun dan berdiri sejajar. John Gobay tidak bersembunyi. Ia hadir, ia menerima, ia mencatat. Dalam politik Papua yang sering diwarnai curiga, kehadiran fisik seperti ini punya arti besar. Ia membangun sedikit kepercayaan yang sudah lama retak.
Setelah berkas diterima, suasana sedikit mereda. Beberapa mahasiswa tampak lega. Beberapa lainnya masih berdiskusi di pinggir. Wartawan dan warga yang menonton juga ikut merekam. John Gobay kemudian dikelilingi oleh staf dan anggota dewan lain untuk berkoordinasi langkah selanjutnya. Yang jelas, berkas itu tidak akan berhenti di tangannya. Ia harus diteruskan, dibahas dalam rapat pimpinan, dibuatkan rekomendasi, dan dikirim ke pusat bersama dengan surat resmi DPR Papua Tengah.
Yang perlu diingat dari peristiwa ini adalah bahwa suara mahasiswa adalah alarm. Ketika mereka turun ke jalan, itu artinya ada masalah yang tidak selesai di ruang rapat. Ketika mereka membawa nama Intan Jaya, Puncak, Paniai, dan Puncak Jaya, itu artinya ada darah dan air mata di sana yang belum kering. Karena itu respon John Gobay dan DPRP harus cepat, harus konkret, dan harus sampai ke pengambil kebijakan di Jakarta.
Ke depan, publik akan menunggu tindak lanjut. Apakah RDPU di DPR RI benar-benar dijadwalkan? Apakah ada panggilan terhadap kementerian terkait? Apakah ada tim khusus untuk memantau situasi di lapangan? Apakah rekomendasi DPRP akan memuat poin penghentian kekerasan terhadap warga sipil dan pembukaan ruang dialog damai? Semua itu akan menjadi ukuran keseriusan.
John Gobay, sebagai Ketua IV, kini memegang salah satu kunci. Di pundaknya ada harapan mahasiswa, ada harapan orang tua di kampung yang menitipkan anaknya untuk kuliah, ada harapan masyarakat yang ingin hidup tenang. Menerima aspirasi adalah langkah pertama. Langkah kedua adalah memperjuangkannya sampai ada hasil.
Hari itu, di bawah terik matahari, di antara kerumunan dan suara megaphone, terjadi satu pertemuan penting antara wakil rakyat dan generasi muda. Pertemuan yang mengingatkan kita bahwa demokrasi masih hidup ketika ada yang mau mendengar dan ada yang berani bersuara. Dan bahwa masa depan Papua Tengah akan ditentukan bukan hanya oleh kebijakan di Jakarta, tetapi juga oleh keberanian anak-anak Papua untuk berbicara, dan keberanian para pemimpin seperti John Gobay untuk mendengarkan dan bertindak. **













