Julianus Umabak: Sang Penjaga Alam yang Membangun Tangga Jalan Harapan di Kampung Opitawa Tembagapura
Tanpa menunggu bantuan besar dari luar, Julianus mengajak warga bergotong royong. Membuka jalur akses menuju puncak bukit, membangun tangga dan jembatan kayu yang kokoh namun tetap menyatu dengan alam, membuat gazebo dan tempat pandang di titik-titik terbaik, memasang papan nama yang menyambut setiap pengunjung.
Semua dilakukan dengan konsep semangat tetap menjaga kebersihan alam dan rasa memiliki yang tinggi. Setiap papan yang dipaku adalah bukti cinta mereka pada tanah kelahiran.
Kini, Buk Heteng Meteng Opitawak mulai membuka diri menerima siapapun yang datang menikmatinya untuk dikenal. Pengunjung datang, bukan hanya dari sekitar, tetapi juga dari luar daerah. Mereka datang melihat pemandangan, menghirup udara segar, dan yang terpenting mendengar cerita warga tentang kampung mereka.
”Kami tidak ingin alam kami rusak. Kami tidak ingin wisata yang merusak hutan. Kami ingin wisata yang menjaga alam kami, sekaligus memberi manfaat bagi warga kami. Anak-anak kami bisa belajar dari pengunjung, warga kami bisa menjual hasil bumi dan kerajinan tangan mereka tanpa harus meninggalkan kampung halaman,” harapnya.
Selain membangun fasilitas wisata alam, ia juga membangun homestay sederhana milik warga, melatih pemandu wisata lokal dari pemuda kampung, mengembangkan produk kuliner dan kerajinan khas Opitawa, memperluas akses informasi agar lebih banyak orang mengenal Opitawak, menjaga kelestarian alam sebagai warisan utama bagi generasi mendatang.
Di pintu masuk ia memasang papan nama megah yang berdiri tegak di jalur masuk wisata tanda kebanggaan warga Opitawa.

Tangga kayu yang dibangun warga, menembus hutan hijau menuju titik pandang terbaik. Setiap langkah adalah bukti kerja keras dan harapan.
Dari puncak Buk Heteng Meteng, pengunjung disuguhi hamparan hijau pegunungan yang membentang luas. Inilah “alam lebar” yang ingin diperkenalkan Julianus kepada dunia.
Semangatnya dalam membangun menjadi cerminan harapan seluruh masyarakat Opitawa. Bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut tentang wisa alam di Opitawa dapat menghubungi melalui Whasap +62 823-1766-2660.
Lewat inovasinya, Julianus Umabak mengajarkan kita satu hal penting: perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang megah, tetapi dari seseorang yang berani memulai. Dengan tangga kayu dan keinginan tulus, ia membangun lebih dari sekadar tempat wisata. Ia membangun kebanggaan, harapan, dan masa depan bagi warga Opitawa.

Semoga kisah ini menginspirasi kita semua untuk mencintai, menjaga, dan membangun tempat di mana kita berada. Sampai jumpa di Buk Heteng Meteng Opitawak, di mana alam menyapa dan keramahannya menanti. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.












