Ia berterima kasih kepada pemerintah yang selama ini telah menjadi pembina bagi para pengusaha yang tergabung dalam HIPKAL.

Ia menyebutkan harga jual kayu balok besi dari pengolah kepada penampung Rp4,8 juta dan penadah menjual kembali Rp5,5 juta perkubik.

Sedangkan papan kayu besi dari pengolah ke penampung dilepas Rp5,8 juta perkubik. Sementara kayu putih ukuran balok dan papan dari pengolah ke penampung Rp1,8-1,9 juta per kubik dan penampung menjual kembali Rp2,3-2,5 juta perkubik tergantung kualitas keras atau lembek.

Ia mengungkapkan pengusaha yang bergerak dalam pengolahan dan penampungan dalam satu kubik kayu palingan mendapat untung Rp300 ribu karena biaya operasionalnya cukup besar.

Ia menyebutkan biaya satu kubik untuk operator jenis kayu putih Rp600 ribu diluar dari biaya BBM, tenaga pikul dan transportasi serta lain-lainnya. Kayu besi ukuran balok biaya operator Rp1,5 juta per kubik.

Dikatakan, dalam sebulan untuk jenis kayu putih HIPKAL mampu menghasilkan 600-700 kubik dan kayu besi hanya 300-500 kubik.

Dalam pemanfaatan hasil kayu ini, setiap pengusaha pengolah diingatkan setelah menebang satu pohon wajib merawat kembali sepuluh bibit pohon yang tumbuh di sekitar sebagai penggantinya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.