Badan Pengurus Persejasi Mimika Periode 2026-2029 Dilantik: Menjadi Tua Itu Pasti, Sehat Itu Pilihan
Timika,papuaglobalnews.com – Badan Pengurus Perkumpulan Sepakbola Berjalan Seluruh Indonesia (Persejasi) Kabupaten Mimika Papua Tengah periode 2026-2029 resmi dilantik oleh Ketua Persejasi Papua Tengah Habel Taime di salah satu hotel di Timika, Sabtu 7 November 2026.
Badan Pengurus Persejasi ini dilantik berdasarkan Surat Keputusan (SK) Ketua Persejasi Papua Tengah nomor 003/SK/Persejasi/KOM-IX/2026 tentang pengangkatan kepengurusan Persejasi Kabupaten Mimika periode 2026–2029.
Prosesi pelantikan ditandai penandatanganan berita acara oleh Ketua Persejasi Papua Tengah Habel Taime yang juga Ketua FORMI Mimika dan Ketua Persejasi Mimika Arlius Suebu serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Yohanis Michael Yanwarin selaku penasehat.
Kemudian penyerahan bendera petaka oleh Ketua Persejasi Papua Tengah kepada Ketua Persejasi Mimika.
“Menjadi Tua Itu Pasti, Sehat Itu Pilihan,” demikian tema yang diusung dalam pelantikan tersebut.
Arlius Suebu, Ketua Persejasi Mimika dalam sambutan perdananya merasa sangat terhormat atas kepercayaan dan amanah serta tanggung jawab yang besar yang diberikan kepadanya untuk memimpin Persejasi Kabupaten Mimika.
“Saya bangga, Persejasi hadir membawa angin segar bagi dunia olahraga, cabang olahraga wanita sepak bola. Sepakbola berjalan membuktikan bahwa menjadi sehat dan aktif itu tidak mengenal batas usia,” katanya.
Ia mengungkapkan olahraga ini menjadi solusi inklusif yang ramah usia, terutama bagi para lansia, senior dan pencinta sepakbola.
“Sepakbola yang ingin tetap sehat, sepakbola yang ingin tetap produktif serta bugar tanpa mengabaikan faktor-faktor lain,” katanya.
Dalam Persejasi aturan sangat jelas: tidak boleh berlari, tidak boleh melakukan tekel, dan tidak ada body charge. Ini adalah esensi olahraga rekreasi yang sesungguhnya yang mengedepankan kegembiraan dan kesehatan.
Sebagai ketua, Arlius bersama pengurus lebih fokus sosialisasi ke masyarakat tentang walking football di tingkat distrik, instansi, dan komunitas di Kabupaten Mimika.
Selain itu, membangun sinergi dengan KONI, pemerintah daerah, lembaga swasta, dan berbagai komunitas olahraga untuk memperkuat ekosistem olahraga masyarakat yang aktif dan berkelanjutan.
“Pembinaan dan berprestasi merupakan olahraga rekreasi kami, dan kami berkomitmen untuk menjaring potensi-potensi terbaik agar Kabupaten Mimika dapat berpartisipasi aktif dan menorehkan prestasi dalam ajang daerah, nasional, tingkat Pornas, dan internasional,” janjinya.
Namun Arlius mengakui, tugas besar ini tidak bisa dijalankannya sendiri. Suksesnya organisasi ini terletak pada kerja tim yang solid, dedikasi, dan komitmen bersama.
“Mari kita jadikan kepengurusan ini sebagai wadah mengabdi untuk menyehatkan masyarakat. Saya juga memohon bimbingan, arahan, serta dukungan penuh dari KORMI Kabupaten Mimika dan pemerintah daerah, agar setiap program kerja Persejasi dapat berjalan beriringan dengan visi pembangunan daerah,” harapnya.
Ia juga mengajak semua pengurus gaungkan kembali semangat berolahraga demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Mimika yang sehat, bugar, dan bahagia.
“Kalau berlari tidak diperbolehkan, berjalan pun kita bisa berprestasi,” katanya.
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.



