Enam Mahasiswa Agribisnis Universitas Timika Jalani Magang di DTPHP, Dibekali Teknologi Hingga Jiwa Wirausaha
Timika,papuaglobalnews.com – Enam mahasiswa asli Papua semester 6 Program Studi S1 Agribisnis Universitas Timika (UTI) menjalani program magang di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Mimika selama satu setengah bulan sebagai bagian dari pembelajaran praktik lapangan.
Program magang tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama (MoU) yang telah terjalin setiap tahun antara Universitas Timika dengan DTPHP Kabupaten Mimika.
Berdasarkan Berita Acara Penyerahan Mahasiswa Magang Program Studi S1 Agribisnis Universitas Timika Tahun Akademik 2025/2026, penyerahan mahasiswa dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika.
Enam mahasiswa yang mengikuti program magang tersebut yakni Rebeka Kapan, Irene B. Kapan, Katianus Pinim, Yosia Gwijangge, Odin Katagame dan Yonius Katagame.
Mereka akan melaksanakan praktik lapangan selama periode 20 Juli hingga 20 Agustus 2026.
Ketua Program Studi Agribisnis Universitas Timika, Kalfin Arrung, menjelaskan bahwa selama magang para mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung diperkenalkan dengan berbagai teknologi pertanian modern.
“Mahasiswa magang Prodi Agribisnis Universitas Timika sedang diperkenalkan mesin-mesin alat pengolahan lahan portabel oleh instruktur di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika. Mereka sedang diajari menggunakan mesin pengolahan lahan di Balai Pertanian Kilometer 7,” tulis Kalfin kepada papuaglobalnews.com dalam rilisnya, Kamis malam 23 Juli 2026.
Ia mengatakan, enam mahasiswa yang ditempatkan di dinas tersebut merupakan bagian dari mahasiswa yang sedang menjalani praktik lapangan, sementara mahasiswa lainnya ditempatkan di pabrik sagu agar memperoleh pengalaman yang berbeda.
Menurutnya, pola magang ini dirancang agar mahasiswa memahami seluruh rantai usaha pertanian, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.
“Universitas Timika memiliki MoU yang setiap tahun melepas mahasiswa selama satu setengah bulan untuk belajar praktik di sana. Mereka diajarkan konsep pertanian dari hulu sampai hilir, mulai dari pengolahan lahan, proses budidaya, panen hingga membawa hasil pertanian ke pasar. Di sana mereka juga belajar membangun mental berwirausaha,” jelasnya.
Kalfin berharap pengalaman praktik tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kami, setelah selesai kuliah mereka bisa terjun ke masyarakat dan keluarga mereka, menjadi pribadi yang mandiri serta menjadi penyuluh bagi masyarakat tani di kampung-kampung. Dengan begitu produktivitas hasil pertanian dapat meningkat dan menjadi lebih unggul,” katanya.
Ia juga berharap semakin banyak generasi muda Papua yang termotivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya di bidang agribisnis.
“Kami ingin bisa dikembangkan lagi supaya anak-anak Papua lainnya melihat bahwa kuliah itu penting. Mereka bisa termotivasi untuk memahami teknologi pertanian dan membangun konsep wirausaha yang mandiri,” pungkasnya. **













