Demikian pula massa aksi yang sedang berorasi di Uncen bawah di Abepura. Gabungan Brimob dan Dalmas membubarkan massa aksi damai secara brutal. Aparat keamanan menembakkan gas air mata di tengah hunian warga. Banyak warga yang terdampak akibat penggunaan gas air mata dan senjata api di tengah hunian warga sipil.

Dikabarkan satu orang diamankan oleh Polisi. Ada pula yang korban luka-luka.

TNI-POLRI yang membantai warga sipil, TNI-POLRI pula yang membubarkan warga sipil yang protes melalui aksi damai atas kejahatan TNI-POLRI. Tujuan pembubaran massa aksi adalah menutupi kejahatan negara yang dilakukan oleh  alat negara di Tanah Papua dan tentu akan terus membantai warga sipil.

Ruang demokrasi di Tanah Papua berada di ujung moncong senjata api. Ketika ruang demokrasi berada di ujung laras senjata api, negara berada dalam bahaya krisis legitimasi dan kepercayaan dari warga. Tunggu saatnya negara konaha ini bubar. **

 

Aparat TNI-Polri memblokade aksi massa dalam demo damai meminta pemerintah menarik pasukan non organid dai Papua di Jayarapu, Senin 27 April 2026. (Foto – Istimewa).