Desain Logo ‘Mimika Rumah Kita’, DAD Mimika Serukan Penyertaan Identitas Adat AKS
Vinsent menegaskan bahwa spirit dan filosofi hidup masyarakat Amungme, Kamoro, dan Sempan yang telah lama terjalin, merupakan pondasi utama yang menjadikan Mimika sebagai ‘Rumah Kita’ hingga saat ini.
Oleh karena itu, ia berharap agar unsur-unsur budaya tersebut terwakili secara autentik dan bermakna dalam desain logo yang akan terpilih.
“Kami masayarakat adat suku Amungme, Kamoro dan Sempan sebagai pemilik Honai Mimika Negeri Susu dan Madu berharap kepada pemerintah dalam hal ini Bapak Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRK Mimika memperhatikan hal ini dengan baik. Kami harus sampaikan ini mengingat bapak pimpinan daerah anak asli dan anak adat,” paparnya.
Vinsent juga menyampaikan sebagai masyarakat Amungme, Kamoro dan Sempan (AKS) sampai saat ini masih bertanya-tanya soal patung-patung di Bundaran Petrosea.
Masyarakat AKS berharap penerintah tidak lagi membuat hal seperti Patung Bundaran Petrosea. Dimana sampai saat ini belum jelas makna dan arti dari patung-patung tersebut. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















