DAD Mimika Apresiasi Suksesnya Perdamaian dan Berakhirnya Konflik di Kwamki Narama
Vinsent menegaskan Orang Asli Papua harus mulai berpikir maju dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan besar di masa depan.
“Kami berharap Orang Asli Papua harus sadar dan berpikir untuk maju. Ada banyak tantangan besar yang akan dihadapi orang Papua di masa yang akan datang. Sekarang bukan lagi zamannya saling bunuh dan saling memanah sesama orang Papua. Orang Papua harus siap bersaing di era teknologi dan perkembangan globalisasi saat ini,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Papua untuk menghentikan segala bentuk konflik dan permusuhan yang hanya merugikan diri sendiri.
“Stop saling bunuh dan saling panah karena tidak ada untungnya. Jangan sampai orang lain menertawakan kita. Mari bersatu, bergandengan tangan bersama pemerintah membangun daerah ini serta menjawab visi dan misi Bupati Mimika, yaitu membangun dari kampung hingga kota,” lanjutnya.
Dewan Adat juga mengajak seluruh masyarakat Kwamki Narama untuk menutup lembaran kelam masa lalu dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik.
“Saatnya masyarakat Kwamki Narama menutup lembaran kelam masa lalu. Mari bersama pemerintah fokus memulihkan wilayah, menjaga ketertiban, serta membangun masa depan yang lebih baik dan aman bagi anak cucu kita,” ajaknya.
Dewan Adat Kabupaten Mimika berharap momentum perdamaian ini menjadi titik awal bagi kebangkitan masyarakat serta terciptanya kedamaian yang abadi di Distrik Kwamki Narama. **

















