Bupati Elvis Tabuni : Konferensi Sinode IV GKII Papua Tengah Kesempatan Mengevaluasi Pelayanan dan Menyusun Rencana Kerja Bukan Sekadar Berkumpul
Timika,papuaglobalnews.com – Bupati Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Elvis Tabuni, SE., MM, menegaskan pelaksanaan Konferensi Sinode IV GKII Wilayah II Papua Tengah bukan hanya sekadar untuk berkumpul dan memilih pengurus melainkan kesempatan bagi gereja untuk melihat kembali pelayanan yang sudah dilakukan, mengevaluasi kekurangan, serta menyusun rencana kerja pelayanan untuk lima tahun kedepan.
Pernyataan ini Bupati Elvis sampaikan dalam sambutan pada pembukaan Konferensi Sinode Ke IV GKII Wilayah Papua Tengah di Graha GKII di Jalan Mayon pada Selasa 13 Oktober 2026.
Orang nomor satu di Puncak ini juga menyampaikan selamat melaksanakan konferensi kepada seluruh pimpinan gereja yang datang serta para hamba Tuhan.
Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, penuh sukacita, serta menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kebaikan bagi gereja, masyarakat, dan daerah.
Ia juga berharap melalui konferensi ini, seluruh pimpinan dan pelayan Tuhan dapat memperkuat kebersamaan, menjaga persatuan, dan terus melayani umat dengan hati yang tulus.
“Perbedaan pendapat dalam konferensi adalah hal yang biasa, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita terpecah. Mari kita mengutamakan kasih, persaudaraan, dan kehendak Tuhan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” pesannya.
Pada kesempatan itu, Elvis menyampaikan kegiatan tersebut seharusnya dilaksanakan di Kabupaten Puncak agar masyarakat dan jemaat di daerahnya turut merasakan sukacita serta berkat dari pelaksanaan konferensi ini. Namun, karena kondisi dan situasi yang ada saat ini kurang memungkinkan, maka diputusakan pelaksanaan diselenggarakan di Timika.
“Kita harus memahami bahwa dalam setiap kegiatan, keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelaksanaan harus menjadi perhatian bersama. Kiranya melalui konferensi ini, kita semua terus mendoakan Kabupaten Puncak agar selalu berada dalam perlindungan Tuhan, diberikan kedamaian, dan masyarakatnya dapat hidup dengan aman serta penuh sukacita,” ajaknya.
Elvis mengakui, pembangunan daerah bukan hanya tentang membangun jalan, gedung sekolah, rumah sakit, dan berbagai fasilitas lainnya. Pembangunan yang sesungguhnya juga harus diarahkan membangun manusia, memperkuat iman, membentuk karakter, dan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman serta damai.
Atas dasar itu, lanjut Elvis, pemerintah membutuhkan dukungan dari gereja, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan seluruh masyarakat karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.
“Kita harus berjalan bersama, saling mendukung, dan saling mendoakan demi kemajuan daerah yang kita cintai ini,” ajaknya.
Pada momen itu, Elvis mengajak para hamba Tuhan untuk terus memberikan penguatan rohani kepada masyarakat. Mengajak generasi muda menjauhi tindakan kekerasan. Serta menanamkan semangat untuk belajar, bekerja, dan membangun masa depan yang lebih baik.
“Mari kita bersama-sama menjaga tanah Papua Tengah sebagai tanah yang diberkati Tuhan, tanah yang penuh kasih, dan tanah tempat kita hidup sebagai satu keluarga besar,” ajaknya.
Ia mengatakan gereja hadir melayani umat melalui firman Tuhan dan pembinaan iman, sedangkan pemerintah menjalankan tugas pembangunan dan pelayanan publik. Keduanya memiliki peran masing-masing, tetapi dapat saling mendukung untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.









