Sementara itu, pada Selasa 10 Februari 2026, kondisi cuaca masih didominasi hujan petir. Suhu permukaan laut mencapai 31 derajat Celsius, dengan arah arus laut dominan ke Tenggara (SE) dan kecepatan arus 40-47 cm/detik. Angin bertiup dengan kecepatan 6-7 knot dan hembusan angin hingga 17 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,5-1,25 meter.

Memasuki Rabu 11Februri 2026, BMKG memperkirakan potensi hujan petir masih terjadi di Perairan Timika. Arah arus laut berubah ke Barat Daya (SW) dengan kecepatan meningkat menjadi 42-77 cm/detik. Angin bertiup 1-8 knot dengan hembusan angin hingga 17 knot, dan tinggi gelombang laut berpotensi meningkat hingga 1,25-2,5 meter.

BMKG mengimbau nelayan, operator kapal perintis, dan pengguna transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan petir, angin kencang, dan gelombang tinggi.  **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.