BMKG Imbau Masyarakat Mimika Waspadai Karhutla
Data metar Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin dengan kode ICAO WAYY menunjukkan kondisi cuaca yang bervariasi selama periode pengamatan.
Pada 17 September 2026 pukul 00.00 UTC, jarak pandang tercatat 8.000 meter dengan suhu 28 derajat celsius dan tekanan 1015 hPa. Suhu kemudian meningkat hingga mencapai 33 derajat celsius pada periode siang.
Memasuki sore hingga malam hari, jarak pandang berada pada kisaran 6.000 hingga 7.000 meter. Pada pukul 20.00 UTC, jarak pandang turun menjadi 4.000 meter dengan kondisi mist (BR).
Pada pukul 21.30 UTC, tercatat jarak pandang 4.000 meter disertai hujan (RA), kemudian pada pukul 22.00 hingga 22.30 UTC jarak pandang berada pada 5.000 meter dengan kondisi hujan.
Pada pukul 23.00 hingga 23.30 UTC, data METAR mencatat kondisi FU atau asap dengan jarak pandang 5.000 meter.
BMKG mengimbau informasi mengenai kondisi El-Nino dan sebaran hotspot tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah mitigasi terhadap berbagai dampak ikutan dari kondisi cuaca dan iklim tersebut.
Seiring menguatnya kondisi kering di sejumlah wilayah, masyarakat dan pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan titik panas (hotspot) serta potensi kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik untuk membuka atau membersihkan lahan maupun membakar sampah, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, hutan dan lahan kering.
Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin sehingga tidak meluas.
Instansi terkait juga diimbau meningkatkan patroli terpadu, melakukan pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan, serta memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di wilayah yang rawan karhutla.
Selain itu, ketersediaan sumber air dan peralatan pemadaman dini perlu dipastikan, termasuk mempersiapkan cadangan air untuk mendukung upaya pemadaman serta mengantisipasi kondisi musim kemarau.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api, asap atau kebakaran kepada instansi yang berwenang agar penanganan dapat dilakukan secara tepat. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















