Timika,papuaglobalnews.com – Dewan Adat Daerah (DAD) Mimika secara tegas meminta Bupati Mimika untuk membatalkan rencana pelaksanaan konferensi toleransi yang menjadikan Mimika sebagai tuan rumah. DAD Mimika menilai agenda tersebut tidak mendesak dan belum menyentuh kebutuhan mendasar Masyarakat Asli Papua (OAP) di Tanah Mimika.

Penegasan ini disampaikan oleh Vinsent Omiyoma, Ketua DAD Mimika dalam rilisnya kepada redaksi papuaglobalnews.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Masyarakat Adat Amungme dan Kamoro maupun Papua lainnya, khususnya di wilayah Mimika, menilai keharmonisan, kedamaian dan toleransi antarsesama sudah tertanam secara alami dan berdasarkan nilai rohani sejak leluhur terdahulu. Tanpa adanya konferensi formal yang menghabiskan anggaran, masyarakat adat sudah mempraktikkan hidup berdampingan secara damai dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan sejauh ini Papua tidak pernah terjadi gejolak intoleransi.

Daripada menyelenggarakan agenda yang seremonial, Dewan Adat Daerah Mimika menuntut pemerintah daerah untuk mengalihkan fokus dan anggaran guna menyelenggarakan Konferensi Masyarakat Adat.

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.