Intan Jaya,papuaglobalnews.com – TPNPB-OPM mengklaim telah menembak delapan anggota TNI dalam operasi militer yang berlangsung di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, selama dua hari, yakni Jumat-Sabtu, 26-27 Juni 2026.

Klaim tersebut disampaikan melalui Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang dikeluarkan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, pada Minggu 28 Juni 2026.

Dalam siaran pers tersebut, Sebby Sambom menjelaskan bahwa Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menerima laporan dari PIS TPNPB di pusat Kota Sugapa mengenai operasi militer Indonesia yang dilakukan melalui jalur darat, udara, serta serangan bom menggunakan drone militer di Kampung Tigitaga, Munimai, Taosiga, Jamulogo, Soali, Mbamogo, dan Danggoa, Distrik Agisiga, pada 26-27 Juni 2026.

Menurut klaim TPNPB, operasi tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga terbakar akibat serangan bom maupun dibakar aparat militer Indonesia dalam operasi yang ditujukan kepada pasukan TPNPB di bawah pimpinan Aibon Kogoya beserta pasukannya.

Selain itu, TPNPB juga mengklaim serangan bom menggunakan drone menghancurkan satu unit gereja di Kampung Danggoa pada 27 Juni 2026 serta merusak permukiman warga sipil lainnya. Sementara operasi darat disebut berlangsung hingga membakar rumah-rumah warga di Distrik Agisiga, bahkan kampung-kampung di Distrik Hitadipa juga diklaim menjadi sasaran operasi militer.

Akibat operasi tersebut, TPNPB mengklaim lebih dari 2.000 warga sipil mengungsi ke hutan maupun ke kampung-kampung di luar Distrik Agisiga. Sebagian pengungsi disebut berjalan kaki melewati sungai dan hutan hingga mencapai pusat Kota Sugapa, sementara sebagian lainnya mengungsi ke Kampung Nabia di Distrik Agisiga untuk mencari perlindungan kepada keluarga meski wilayah tersebut juga disebut masih menjadi sasaran operasi militer.

TPNPB juga menyatakan warga dari Kampung Agisiga, Janasiga, Unabundoga, dan sejumlah kampung lainnya telah mengungsi ke Kampung Titigi serta pusat Kota Sugapa di Distrik Sugapa.