260 KK Warga Distrik Mauka Deiyai Mengungsi ke Timika, Dogiyai dan Deiyai
Timika,papuaglobalnews.com – Sebanyak 260 kepala keluarga (KK) warga dari enam kampung di Distrik Mauka, Kabupaten Deiyai, dilaporkan mengungsi ke sejumlah daerah setelah pecahnya konflik di wilayah Kapiraya antara Suku Kamoro dan Suku Mee terkait persoalan tapal batas hak ulayat.
Ratusan warga tersebut saat ini mengungsi ke Timika, Dogiyai, dan sebagian lainnya di wilayah Deiyai.
“Kami mencatat sekitar 260 KK sudah meninggalkan kampungnya. Mereka mulai mengungsi setelah Pendeta Neles dibunuh oleh orang yang tidak dikenal dan kejadian rumah-rumah dibakar,” kata Decky Tenoye, Kepala Suku Besar Mee di delapan kabupaten di Papua Tengah, kepada papuaglobalnews.com, Jumat 6 Maret 2026.
Menurut Decky, saat ini hanya sekitar 15 hingga 20 KK yang masih bertahan di wilayah Distrik Mauka.
Enam kampung yang berada di Distrik Mauka antara lain Kampung Yamouwina, Mogodagi, Eyagaikigi, Odai, Yatei, dan Kapiraya.
Ia menjelaskan, dari total pengungsi tersebut sekitar 120 KK lebih masyarakat Mee mengungsi di Timika. Mereka tersebar di beberapa lokasi, di antaranya Pasar Sentral, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, serta di kawasan Gorong-Gorong.











































