Decky mengakui Pemerintah Kabupaten Deiyai telah menyalurkan bantuan bahan makanan (bama) kepada para pengungsi yang berada di Timika pada Kamis 5 Maret 2026.

Namun hingga kini, bantuan bagi masyarakat Mee yang masih bertahan di wilayah Kapiraya belum dapat disalurkan karena terkendala akses untuk masuk ke wilayah tersebut.

Selain itu, Tim Harmoni dari Kabupaten Deiyai dan Dogiyai juga belum dapat menjangkau lokasi konflik untuk bertemu masyarakat dalam rangka proses perdamaian dan penyelesaian persoalan tapal batas hak ulayat.

Ia mendesak pemerintah daerah di Kabupaten Deiyai, Kabupaten Dogiyai, dan Kabupaten Mimika agar segera memfasilitasi tim harmoni untuk turun langsung ke lapangan.

“Kami harap tidak ada lagi keterlambatan. Tim yang sudah dibentuk harus bekerja cepat untuk menyelesaikan persoalan ini. Karena sejak rakor dan harmonisasi tanggal 25 Februari 2026 di Grand Tembaga hingga kini belum ada perkembangan,” tegasnya.

Sementara itu, di wilayah Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, terdapat lima kampung yang berada di sekitar wilayah konflik, yakni Kampung Wumuka, Uta, Mupuruka, Kapiraya, dan Wakia. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.