Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sosial kepada masyarakat, termasuk perlindungan terhadap anak-anak yang berada dalam kondisi rentan.

“Melalui berbagai program perlindungan dan jaminan sosial, kita berupaya memastikan bahwa tidak ada anak yang kehilangan hak-haknya hanya karena kondisi ekonomi, sosial maupun lingkungan yang kurang mendukung,” katanya.

Ia berharap melalui pertemuan tersebut dapat dihasilkan data yang lebih akurat mengenai keberadaan anak-anak terlantar di Kabupaten Mimika, terbangun mekanisme koordinasi yang lebih efektif antarinstansi, serta tersusun strategi penanganan mulai dari identifikasi, penjangkauan, rehabilitasi sosial, pendampingan hingga reintegrasi sosial dalam lingkungan keluarga dan masyarakat secara komprehensif.

Selain itu, seluruh peserta juga diajak menjadikan forum tersebut sebagai sarana berbagi pengalaman, informasi, dan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.

“Setiap pihak memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan sistem perlindungan anak yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kepada para orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kabupaten Mimika mengajak untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi anak-anak di sekitar.

“Jangan biarkan ada anak yang kehilangan perhatian, kasih sayang, pendidikan maupun perlindungan. Mari kita bangun budaya gotong royong dan kepedulian sosial sebagai fondasi dalam mewujudkan Kabupaten Mimika yang ramah anak, aman dan sejahtera,” katanya.

Ia meyakini dengan semangat kolaborasi, komitmen yang kuat serta dukungan semua pihak, berbagai persoalan sosial yang dihadapi anak-anak terlantar dapat ditangani dengan lebih baik.

“Anak-anak yang hari ini membutuhkan pertolongan dan perhatian adalah generasi yang kelak akan melanjutkan pembangunan daerah ini. Oleh karena itu, investasi terbaik yang dapat kita lakukan adalah memastikan mereka memperoleh kehidupan yang layak, pendidikan yang baik, dan masa depan yang penuh harapan,” ujarnya.

Sementara Yohana Paliling diakhiri sambutan Bupati mengucapkan terima kasih kepada para kader dan relawan yang memiliki hati dan telah memberikan diri dan waktu untuk bekerja melayani anak-anak secara sukarela tanpa membutuhkan insentif.

Ia mendoakan kiranya segala kerja-kerja sosial yang dijalani oleh para kader serta relawan mendapat perlindungan dan berkat dari Tuhan. **