14 Desember 2025 Semua Kegiatan Fisik Dinkes Tahap PHO
Timika,papuaglobalnews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika Papua Tengah pada tahun anggaran 2025 membangun sejumlah sarana prasarana kesehatan dan fasilitas pendukung berupa perumahan petugas. Seluruh kegiatan fisik yang pelaksanaan di wilayah kota, pinggiran, pesisir dan gunung tahap Provisional Hand Over (PHO)-(tahap serah terima sementara hasil pekerjaan konstruksi dari kontraktor kepada pemilik proyek setelah pekerjaan utama selesai, menandai dimulainya masa pemeliharaan (warranty period) di mana kontraktor bertanggungjawab memperbaiki cacat yang muncul sebelum serah terima akhir) kepada Dinas Kesehatan batas akhir pada tanggal 14 Desember 2025.
Demikian disampaikan oleh Reynold Rizal Ubra, Kepala Dinkes Mimika kepada papuaglobalnews.com di Timika, Selasa 9 Desember 2025.
Reynold menjelaskan sarana prasarana petugas yang dikerjakan di Potowayburu, rumah petugas di Potowai Kampung, Tapormai, Ipaya, Omawita, Agimuga dan Jita. Paket pekerjaan tersebut sudah masuk tahap akhir pemasangan atap dan pembangunan jaringan fasilitas penunjang lainnya.
Selain itu, pembangunan Pustu di wilayah Kelurahan Wonosari Jaya Distrik Wania, Klinik di Lapas SP5 Distrik Iwaka, Kinik di Utikini SP9 dan Wangirja.
Selain di pesisir dan kota, juga pembangunan rumah petugas di Kampung Arwanop, Jila dan Tsinga, Kokonao dan Agimuga.
Reynold menyebutkan pembangunan rumah petugas yang sudah tahap PHO di Kampung Limau Asri Distrik Iwaka, Bhintuka SP13, pembangunan gedung TBC-HIV di Puskesmas Timika.
Mantan Sekretaris Komisi Perlindungan HIV-Aids (KPA) Mimika ini mengungkapkan untuk memastikan progres pembangunan fisik baik di pesisir dan gunung pada September 2025 lalu dirinya telah turun mengunjungi setiap lokasi di lapangan.
Ia mengakui meskipun deadline semua paket pekerjaan PHO pada 14 Desember 2025 namun ada sebagian pekerjaan yang belum rampung karena berbagai hambatan teknis terutama kondisi geografis yang sulit dan material dipesan dari luar Timika, maka diberikan kebijakan dengan konsultan menambah jumlah tenaga dan jam kerja agar masa kerja tidak melewati kontrak yang sudah disepakati bersama.
Ia menjelaskan secara keseluruhan pekerjaan bangunan rumah petugas sistem dua kopel seluas 12 x 10 meter persegi berdaya tampung 16 orang masing-masing kopel empat kamar dengan satu kamar ditempati dua orang.
“Selain pembangunan baru, kami juga kerjakan renovasi Puskesmas. Misalnya di Atuka dan rumah petugas,” jelas Reynold.
Pengerjaan pembangunan sarana prasarana Puskesmas, Pustu dan rumah petugas merupakan bagian dari program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Mimika membangun dari kampung ke kota.
Dalam pembangunan ini lanjut Reynold, semuanya dalam bentuk satu paket dilengkapi air bersih, listrik dan penyediaan fasilitas internet-Starlink dalam memudahkan komunikasi dan meubeler.
Anggaran untuk membiayai seluruh kegiatan fisik bersumber dari APBD Mimika tahun 2025, kecuali rumah petugas di Arwanop menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan perumahan petugas di Puskesmas Kokonao dan Agimuga bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Papua Tengah.
Ia menjelaskan untuk air bersih disiapkan sesuai kebutuhan jumlah petugas yang tinggal. Dengan delapan orang dalam satu kopel membutuhkan 4.400 kubik, karena kebutuhan satu orang dalam sehari menghabiskan 60 liter. Perhitungan kapasitas penggunaan ini disesuaikan dengan jumlah hari hujan agar petugas tidak mengalami kekurangan air bersih dalam memenuhi kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK).
Ia menegaskan dengan disiapkan semua fasilitas penunjang agar petugas dalam melaksanakan tugas melayani masyarakat selain kebutuhan makan dan minum juga dari sisi penerangan, air bersih dan komunikasi juga terpenuhi agar merasa nyaman serta betah di tempat tugas. Termasuk Dinkes menyiapkan sarana helipad untuk mengevakuasi petugas maupun masyarakat yang mengalami kedaruratan. **




































