Waket I MRP-PPP Dukung Kontraktor OAP Gabung dalam ASPPRIN, Dorong Semua Pemda di Tanah Papua Jemput Program Rumah Subsidi
Wakil Ketua (Waket) I Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Pegunungan (MRP-PPP), Penetina Kogoya (tengah) didampingi Sulistiawati Rumbekwan selaku Koordinator Penghubung antara DPP ASPPRIN Wilayah Papua berada di lokasi Pembangunan Perumahan Cenderawasih SP5 Kabupaten Mimika pada Rabu 13 Mei 2026. (Foto – Anton Juma Songa/papuaglobalnews.com).
Timika,papuaglobalnews.com – Wakil Ketua (Waket) I Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Pegunungan (MRP-PPP), Penetina Kogoya menyatakan dukungan penuh terhadap kontraktor Orang Asli Papua (OAP) di enam provinsi di Tanah Papua yang tergabung dalam Asosiasi Pengembangan Rumah Rakyat Indonesia (ASPPRIN) wilayah Indonesia Timur-Papua.
Dukungan tersebut disampaikan Penetina Kogoya saat bertemu kontraktor OAP pada Rabu 13 Mei 2026.
Perumahan yang dibangun di atas lahan seluas enam hektar itu akan dikerjakan oleh 20 kontraktor OAP.
Penetina saat bertemu kontraktor OAP di lokasi pembangunan Perumahan Cenderawasih didampingi Sulistiawati Rumbekwan selaku Koordinator Penghubung antara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASPPRIN Korwil dan Pengembang Papua.
“Saya sebagai seorang mama dan perempuan Papua, meskipun sudah banyak usaha-usaha Orang Asli Papua, tetapi saya tertarik dengan anak-anak Papua yang luar biasa berjuang menjadi pengusaha atau kontraktor pembangunan perumahan/developer,” ujar Penetina kepada papuaglobalnews.com di lokasi pembangunan Perumahan Cenderawasih.
Menurut Penetina, program pembangunan rumah murah bersubsidi dari Pemerintah Pusat memiliki potensi besar, tidak hanya di Mimika tetapi juga di seluruh enam provinsi di Tanah Papua, dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan harga terjangkau.
“Saya harap program yang baik ini harus dijemput oleh pemerintah daerah di enam provinsi, tidak hanya di wilayah Papua Tengah saja,” katanya.
Sebagai tokoh perempuan Papua, Penetina berharap pembangunan rumah subsidi ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat adat di setiap kabupaten/kota maupun provinsi agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan.
Ia menilai Papua memiliki ketersediaan lahan yang luas, namun masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak huni.
“Saya rasa ini program pemerintah yang dijalankan oleh anak-anak Papua yang sungguh luar biasa,” ujarnya.
Penetina juga berharap program pembangunan rumah subsidi tersebut dapat masuk ke wilayah Papua Pegunungan, mengingat masih banyak rumah masyarakat di daerah itu yang belum layak ditempati.
“Program ini harus dijemput oleh pemerintah daerah, khususnya para bupati se-Tanah Papua,” tegasnya.








