“Benar, senjata tersebut dirampas oleh Komandan Operasi Kompi C Bida Winiyai, Putus Pigai bersama pasukannya. Oleh sebab itu, kami TPNPB Kodap 11 Odiyai Dogiyai siap bertanggungjawab penuh atas perampasan 1 pucuk senjata,” tulis Sebby menirukan pernyataan Brigjen Yonatan M Pigai.

Sebby juga menyampaikan, Brigjen Yontan M Pigai mengimbau kepada aparat keamanan Indonesia untuk tidak melakukan operasi serta penangkapan dan penembakan terhadap warga sipil di Nabire karena perampasan senjata tersebut dilakukan TPNPB. Senjata tersebut akan dipergunakan dalam medan perang.

Ia juga mengimbau kepada agen intelijen militer Indonesia untuk hentikan aktivitasnya di seluruh Kota Nabire, jika kedapatan TPNPB siap tembak mati.

“Kami juga mengimbau kepada warga imigran Indonesia yang sedang melewati jalur Trans Nabire ke Dogiyai dan pendatang yang berada di wilayah operasi TPNPB untuk segera keluar dan angkat kaki dari wilayah perang demi menjauhi jatuhnya korban jiwa,” katanya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.