Dalam pra ini anak didik peserta ANBK belum mengerjakan soal.

“Anak-anak peserta ANBK akan mengerjakan literasi gabungan mata pelajaran berkaitan dengan bahasa dan numerasi berkaitan dengan perhitungan di dalamnya matematika dan IPA,” jelasnya.

Secara keseluruhan soal yang disiapkan sebanyak 100 nomor dalam bentuk pilihan ganda dan isian dengan jangka waktu dua jam. Soal isian dalam satu pertanyaan dapat dijawab lebih dari satu.

Dalam ANBK ini tidak ada anak yang dinyatakan lulus, sebab pertanyaan yang ada lebih berhubungan pada menguji kemampuan pemahaman anak-anak selama ini terhadap setiap pelajaran yang diajarkan.

Lewat ANBK ini, kata Mantho menjadi dasar bagi pemerintah dalam menilai untuk menentukan mutu sekolah dan dapat mengetahui apa kekurangan dari sekolah tersebut.

“Dari jawab yang diisi peserta ANBK akan terlihat di sistem. Apakah sekolah itu guru matematikanya kurang, guru IPAnya bagaimana. Semuanya akan kelihatan semuanya,” jelas Mantho kepada papuaglobalnews.com pada Selasa 19 Agustus 2025.

Ia menegaskan dalam mengerjakan soal ANBK bukan benar atau salah dalam menjawab melainkan lebih pada bagaimana tingkat kemampuan anak dalam menjelaskan sebuah pertanyaan sesuai dengan pertanyaan. Soal yang akan dikerjakan anak dalam bentuk kasuistik, sehingga membutuhkan kemampuan berpikir untuk menganalisa. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.