“Jika dalam beberapa hari ke depan terjadi kerawanan pangan, bencana, atau musibah, kami siap menyalurkan. Tetapi jika tidak ada permintaan, maka stok yang ada akan digabung dengan pengadaan tahun anggaran 2026,” jelasnya.

Ia memastikan gudang pangan yang telah dibangun tidak boleh dalam kondisi kosong dan harus tetap memiliki persediaan, meskipun jumlahnya terbatas, agar dapat dimanfaatkan kapan saja saat dibutuhkan.

Lebih lanjut, Koga menyampaikan saat ini Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika tengah menjalani pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Papua Tengah.

“Mereka akan melihat rantai distribusi pangan kami, disalurkan ke mana saja dan berapa banyak stok yang masih tersedia. Pemeriksaan ini berlangsung selama satu minggu,” pungkasnya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.