Senator DPD RI Papua Tengah Tegaskan Aparat Stop Tembak Warga Sipil
Nabire,papuaglobalnews.com – Senator DPD RI asal Papua Tengah, Eka Kristina Murib Yeimo, menegaskan agar aparat negara menghentikan tindakan penembakan terhadap warga sipil dalam setiap penanganan konflik.
Pernyataan tersebut disampaikan Eka dalam rilis resmi yang diterima redaksi papuaglobalnews.com pada Rabu 8 April 2026.
“Stop menembak masyarakat sipil dengan senjata. Alat negara seharusnya melindungi masyarakat,” tegasnya.
Eka menilai aparat berwenang harus bertanggungjawab atas dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah.
Ia juga mendorong seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, aktivis HAM, hingga pemerintah daerah untuk bersama-sama mengungkap kebenaran di balik konflik berdarah yang terjadi di wilayah tersebut.
Menurut Eka, berdasarkan informasi yang dihimpunnya dari berbagai sumber sejak 31 Maret hingga 8 April 2026, konflik bermula dari ditemukannya seorang anggota polisi bernama Juventus Edowai dalam kondisi meninggal dunia di Kampung Kimupugi.
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















