Saling Serang! Kapiraya Kembali Memanas, LEMASKO Desak Pemkab Mimika Seriusi Selesaikan Tapal Batas
“Di tengah belum adanya kepastian, masyarakat dari luar sudah beraktivitas di lokasi yang dipersoalkan. Ini yang membuat masyarakat Kamoro merasa terusik dan terancam, sehingga memicu perlawanan,” ujarnya.
Selain itu, LEMASKO juga meminta aparat keamanan, khususnya Polres Mimika, untuk meningkatkan pengamanan di wilayah Kapiraya guna mencegah eskalasi konflik dan melindungi warga sipil.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret agar persoalan tapal batas dapat diselesaikan secara adil dan transparan, sehingga konflik serupa tidak kembali terulang.
Berdasarkan video yang beredar di masyarakat, terlihat sejumlah warga Kapiraya membawa busur panah, parang dan senapan angin saat melakukan penyerangan. Di lokasi kejadian juga tampak beberapa anggota kepolisian yang berupaya melakukan pengamanan untuk meredam situasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait jumlah korban maupun kerugian materiil akibat bentrokan tersebut.
Untuk mengamankan situasi di wilayah itu, Polres Mimika telah menerjunkan 30 personil gabungan ditambah Brimob sejak Selasa 11 Februari 2026. Keberangkatan personil dipimpin Kabag Ops Polres Mimika AKP Hendri Alfredo Korwa. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















