Menurut Denis, saat penampilan tersebut, Wakil Bupati Bassang sempat heran sekaligus memuji kemampuan anak-anak Lambuneo Band yang dinilai memiliki talenta tarik suara sangat luar biasa.

Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi, Wabup Bassang menyumbangkan dana tunai sebesar Rp275 juta dari pos anggaran Wakil Bupati.

Setelah menerima bantuan tersebut, Denis kemudian berangkat ke Bandung untuk membeli peralatan musik.

Selain tampil di SP1, Denis juga menyampaikan bahwa Grup Lambuneo Band pernah tampil menghibur masyarakat Papua Barat pada Pameran Pembangunan 10 Tahun Masa Kerja Gubernur Abraham Ataruri yang dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Papua Barat pada 2011.

Kemudian, grup tersebut mendapat job dalam acara peresmian rokok di Brawijaya, Manokwari.

Lambuneo Band juga pernah mengisi acara pergantian anggota DPRD Mimika pada 2014 di halaman Kantor DPRD Mimika di Jalan Cenderawasih, yang kini dialihfungsikan menjadi Kantor Pelayanan Polres Mimika.

Selain itu, grup tersebut tampil dalam acara pentahbisan Pastor Ibrani Gwijangge, Pr, di Paroki Gereja Katedral Tiga Raja Timika pada 2015.

Selanjutnya, Lambuneo Band tampil dalam Kompilasi Reggae Festival di Timika pada 2016.

Grup tersebut juga pernah diundang mengisi acara di Kantor KONI Mimika pada 2018.

Dengan pengalaman tersebut, Denis berharap Pemerintah Distrik maupun Pemerintah Kabupaten Mimika dalam setiap kegiatan atau event hiburan tidak hanya mengundang band dari luar, tetapi juga memperdayakan dan memberikan ruang bagi grup band anak-anak asli Mimika.

“Jangan kita mengutamakan band dari luar sementara anak negeri dijadikan penonton di tanah sendiri. Padahal kalau mau lihat, kita punya kemampuan yang sama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Distrik Jita, Yunus Edoway, saat dihubungi papuaglobalnews.com sekitar pukul 22.18 WIT untuk mengonfirmasi mengenai keluhan Ketua Grup Lambuneo Band, belum memberikan respons meskipun nomor yang dihubungi dalam kondisi aktif. Termasuk pesan whatsapp yang dikirim belum direspons. **