Rencana Datangkan Tiga Band dari Luar, Ketua Grup Lambuneo Band Merasa Diabaikan Pemerintah Distrik Jita
Timika,papuaglobalnews.com – Pemerintah Distrik Jita, Kabupaten Mimika, melalui panitia berencana mendatangkan tiga grup band untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ketiga band tersebut yakni Black Brothers, Otomona Band dan Airu Band untuk menghibur masyarakat di 10 kampung yang berada di wilayah Distrik Jita.
Atas rencana tersebut, Deni Wandikbo, Ketua Grup Lambuneo Band, merasa keberatan karena mengaku diabaikan di kampung halamannya sendiri.
“Menghadirkan tiga grup band dari luar Jita, kami sangat mendukung untuk menghibur masyarakat se-Distrik Jita atas program strategis yang dilakukan kepala distrik. Cuma kami merasa dirugikan, sebagai anak Jita yang punya grup band tetapi tidak dilibatkan,” jelas Denis kepada redaksi papuaglobalnews.com melalui sambungan telepon, Kamis malam, 13 Agustus 2026.
Denis mengatakan, dirinya tidak melarang panitia maupun Pemerintah Distrik Jita mengundang grup band dari luar. Namun, menurutnya, Grup Lambuneo Band sebagai putra asli Jita juga harus diakomodasi untuk tampil dalam kegiatan tersebut.
“Tapi mengapa tidak melibatkan kami juga dalam tiga band tersebut. Masa kami hanya hadir menjadi penonton artis dari luar di tanah kami sendiri,” kritik Denis.
Mengenai hal tersebut, Denis mengaku secara pribadi telah menghubungi Kepala Distrik Jita Yunus Edoway pada Kamis, 13 Agustus 2026, untuk mempertanyakan alasan grup band anak-anak Jita tidak dilibatkan sekaligus untuk mempromosikan talenta lokal.
Atas komunikasi tersebut, kata Denis, dirinya tidak mendapatkan jawaban pasti dari Kepala Distrik Jita.
“Kepala distrik hanya bilang naik saja, isi acara. Hanya bilang naik saja, lalu bagaimana dengan akomodasi, biaya makan minum dan biaya lainnya tidak dibicarakan. Sementara ketiga grup band yang diundang, semua kebutuhan diakomodasi oleh panitia,” katanya.
Denis berharap apabila Pemerintah Distrik Jita menyetujui Grup Lambuneo Band ikut tampil, maka perlakuan terhadap grupnya harus setara dengan ketiga band lainnya.
“Kami naik dengan porsi yang sama dengan tiga grup band. Jangan cari jalan sendiri. Tiga grup band lain mendapatkan fasilitas dan akomodasi. Ini sama dengan menganaktirikan kami putra asli Jita,” sesalnya.
Denis menegaskan, Grup Lambuneo Band memiliki kemampuan atau skill yang tidak kalah dengan tiga grup band yang diundang tersebut.
Ia mengakui, grup band yang kini sudah memasuki usia kurang lebih 16 tahun sejak berdiri pada 2010 lalu itu telah tampil di sejumlah kegiatan dengan membawakan lagu-lagu reggae, lagu sampan, lagu Kamoro, dan lagu Amungme serta nusantara lainnya.
Grup Lambuneo Band sebelumnya pernah tampil pada 2014 dalam acara peresmian Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Antiokia di SP1 Timika. Pada saat itu, kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Yohannes Bassang.




