Pengalihan penggunaan pupuk organik oleh petani dengan tujuan agar mengantisipasi kerusakan atau terpaparnya tanah dengan zat kimia yang tinggi serta mencegah terjadinya penyakit kanker kulit pada manusia.

Sebab pupuk an organik penggunaannya mempunyai batas waktunya. Sehingga kepada petani selalui diingatkan agar lebih cerdas, teliti dalam membeli pupuk dan obat-obatan pestisida memperhatikan masa kedaluwarsanya.

Selain itu diingatkan dalam penggunaan tetap mengikuti aturan takaran jangan sampai overdosis yang berdampak pada resistensi pada lahan dan kesehatan manusia yang kengkonsumsi pangan.

Terkait penggunaan pupuk kompos sebagai media penyubur tanaman ramah lingkunga dan kesehatan, Haris menganjurkan kepada masyarakat terutama petani dapat memanfaatkan daun kelor atau merungge sebagai bahan kompos. Karena sebelumnya oleh DTPHP sudah memberikan pelatihan membuat kompos dengan bahan daun kelor.

Daun kelor kaya akan unsur hara makro dan mikro, protein tinggi, serta hormon pertumbuhan alami seperti zeatin dan sitokinin. Menambahkan daun kelor ke dalam kompos mempercepat proses penguraian, meningkatkan kesuburan tanah, dan menyuburkan tanaman dengan optimal.

Selain itu daun kelor memiliki keunggulan untuk kompos kaya nitrogen: Berfungsi sebagai bahan hijau penyuplai nitrogen untuk mempercepat kerja mikroorganisme pengurai.

Mengandung hormon pertumbuhan: Kaya akan zeatin dan sitokinin yang memicu pertumbuhan akar dan tunas tanaman.

Nutrisi lengkap: Mengandung mineral penting seperti kalsium, kalium, magnesium, dan zat besi.

Memperbaiki tanah: Membantu mengembalikan kesehatan struktur tanah dan menyediakan asam amino yang mudah diserap akar. **