Petani di Mimika Dominan Gunakan Pupuk Nonorganik
Timika,papuaglobalnews.com – Sebanyak 2.591 petani di Kabupaten Mimika yang tergabung dalam 190 kelompok tani cenderung dominasi menggunakan pupuk nonorganik.
Hal ini dapat dilihat dari data alokasi pupuk subsidi menurut jenis pupuk untuk Mimika tahun 2026 yang ada di Dinas Tanaman Pangan Hortikulra dan Perkebunan (DTPHP) Mimika bagi petani di lima distrik yakni;
Distrik Iwaka mendapat kuota pupuk urea 640,42 ton, NPK 390,70 ton dan organik 215,22 ton.
Distrik Mimika Baru mendapat kuota urea 217,93 ton, NPK 132,95 ton dan organik 73,24 ton.
Distrik Mimika Timur dengan kuota urea 230,63 ton, NPK 140,70 ton dan organik 77,51 ton.
Distrik Wania mendapat kuota urea 562,87 ton, NPK 343,39 ton dan organik 189,16 ton.
Distrik Kuala Kencana mendapat kuota urea 56,15 ton, NPK 34,26 ton dan organik 18,87 ton.
Dari data tersebut diketahui penggunaan pupuk jenis urea setahun menempati urutan teratas sebanyak 1.708 ton, posisi kedua jenis NPK sebanyak 1.042 ton dan organik sebanyak 574 ton.
Sementara Plt. Kepala DTPHP Mimika Abdul Haris Sudharmono mendorong para petani secara perlahan kedepan mengurangi penggunaan pupuk an organik dengan beralih ke organik dari bahan tumbuh-tumbuhan atau kompos.
Pengalihan penggunaan pupuk organik oleh petani dengan tujuan agar mengantisipasi kerusakan atau terpaparnya tanah dengan zat kimia yang tinggi serta mencegah terjadinya penyakit kanker kulit pada manusia.
Sebab pupuk an organik penggunaannya mempunyai batas waktunya. Sehingga kepada petani selalui diingatkan agar lebih cerdas, teliti dalam membeli pupuk dan obat-obatan pestisida memperhatikan masa kedaluwarsanya.
Selain itu diingatkan dalam penggunaan tetap mengikuti aturan takaran jangan sampai overdosis yang berdampak pada resistensi pada lahan dan kesehatan manusia yang kengkonsumsi pangan.
Terkait penggunaan pupuk kompos sebagai media penyubur tanaman ramah lingkunga dan kesehatan, Haris menganjurkan kepada masyarakat terutama petani dapat memanfaatkan daun kelor atau merungge sebagai bahan kompos. Karena sebelumnya oleh DTPHP sudah memberikan pelatihan membuat kompos dengan bahan daun kelor.
Daun kelor kaya akan unsur hara makro dan mikro, protein tinggi, serta hormon pertumbuhan alami seperti zeatin dan sitokinin. Menambahkan daun kelor ke dalam kompos mempercepat proses penguraian, meningkatkan kesuburan tanah, dan menyuburkan tanaman dengan optimal.
Selain itu daun kelor memiliki keunggulan untuk kompos kaya nitrogen: Berfungsi sebagai bahan hijau penyuplai nitrogen untuk mempercepat kerja mikroorganisme pengurai.
Mengandung hormon pertumbuhan: Kaya akan zeatin dan sitokinin yang memicu pertumbuhan akar dan tunas tanaman.
Nutrisi lengkap: Mengandung mineral penting seperti kalsium, kalium, magnesium, dan zat besi.
Memperbaiki tanah: Membantu mengembalikan kesehatan struktur tanah dan menyediakan asam amino yang mudah diserap akar. **





















