Penerbangan Perintis Cargo dan Penumpang Timika-Jila dan Noema Masih Ditutup
Sedangkan PT Reven Global Air Transport awalnya hanya melayani dua rute yakni Timika – Potowaiburu satu kali seminggu dengan tujuh orang penumpang kemudian ditambah Timika-Noema empat kali seminggu dengan tujuh penumpang. Sementara Timika-Agimuga satu kali seminggu dengan tujuh penumpang meskipun sudah diluncurkan namun belum dilayani karena masih menunggu jadwal penerbangannya.
Sementara perintis cargo dengan lima rute yakni, empat rute dilayani PT Bunga Persada yakni Timika – Jila, Timika – Tsinga, Timika – Alama dan Timika – Arowanop. Masing-masing satu kali seminggu dengan target penumpang sekali terbang 750 Kg.
Sedangkan Timika – Noema dilayani PT Reven Global Air Sport juga satu kali seminggu.
Ia menjelaskan untuk pelayanan Jita, Potowaiburu dan Agimuga untuk sementara pelayanan tidak ada masalah namun wilayah gunung menghadapi persoalan faktor keamanan.
“Jadi kemarin kita rapat dengan PT Reven Global Air Sport bersama masyarakat dan mereka minta jaminan keamanan untuk wilayah Noema dan Jila. Setelah rapat operator serahkan surat ke kami berisikan minta konfirmasi jaminan dan kepastian dari otoritas pengelola Bandar Udara Noema (Dishub), Kantor Bandar Udara Wilayah X Merauke dan instansi keamanan di wilayah yang berwenang yang menyatakan bahwa menjamin kondisi kemanan Bandar Udara Noema sudah memenuhi ketentuan standar operasional keselamatan dan keamanan penerbangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dengan dasar surat ini, saya serahkan kepada pimpinan Dishub untuk diteruskan ke Bupati sebagai pimpinan daerah guna mengambil kebijakan,” jelas Jefri.
Jefri mengungkapkan selama ini khusus bandar udara perintis wilayah pedalaman belum ada petugas keamanan, misalnya di Alama tidak ada Polsek dan Koramil.
Ia mengungkapkan dengan dihentikan sementara pelayanan ini pihak operator sudah banyak utang kepada Dishub sehingga mereka akan berupaya mengejar frekuensi pelayanan untuk penuhi kuota sesuai kontrak yang disepakati. Namun sistem pembayaran disesuaikan dengan berapa banyak pihak operator layani.
Ia mengakui meskipun pelayanan perintis ditutup sementara masyarakat mencari solusi sendiri dengan mencarter helikopter. Ia berharap masyarakat setempat menjaga situasi keamanan agar memberikan jaminan keselamatan dan keamanan bagi penerbangan perintis dalam melayani masyarakat sesuai jadwal yang sudah ditentukan. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















