Haris mengakui saat ini Pempus juga memberikan bantuan fasilitas peralatan dalam penataan 100 hektar sagu di wilayah Kampung Pigapu Distrik Iwaka. Masyarakat sudah membentuk kelompok kerja. Mendukung program ini, DTPHP akan mensharingkan dana membiayai bahan makanan dan kebutuhan lainnya bagi pekerja.

Penataan lahan sagu ini dengan tujuan supaya membersihkan sagu-sagu yang sudah tidak berfungsi, memudahkan pertumbuhan bibit baru dan menyiapkan jalur-jalur jalan agar saat panen lebih mudah diakses.

Ia menambahkan penanaman kembali 100 hektar kopi dan 100 hektar kelapa bertujuan menyiapkan tanamaan baru dalam peremajaan mengingat usia kopi dan kelapa di dua wilayah itu saat ini sudah berumur. Lewat ini agar dapat meningkatkan produksi dalam memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat sendiri.

Khusus kelapa, kata Haris seluruh bibitnya diambil dari wilayah Atuka sendiri. Karena buah kelapa di wilayahh itu sudah menjadi sumber bibit unggulan yang selama ini digunakan berdasarkan sertifikasi oleh Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.