Timika,papuaglobalnews.com – Pemerintah Kampung (Pemkap) Nawaripi Distrik Wania Kabupaten Mimika mengalokasikan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2025 sebesar Rp600 juta untuk membangun drainase sepanjang 50 meter, pemasangan lampung jalan dan rehab rumah di 20 RT. Dari besaran dana itu setiap RT menerima Rp30 juta.

Norman Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi mengemukakan, dilaksanakan pembangunan drainase mengingat wilayah Kampung Nawaripi setiap tahun menjadi rawan banjir ketika turun hujan dengan intensitas lebat. Salah satu mengantisipasi agar rumah warga tidak digenang air harus membangun saluran air.

Ia mengungkapkan program pengerjaan ini sudah dimulai sejak awal September 2025. Pengerjaan drainase ini diawali dengan excavator masuk membuka jalan air terlebih dahulu sampai ke titik pembuangan kemudian menyusul pemasangan tembok permanen drainasenya. Pengerjaan saluran ini bersifat swadaya melibatkan masyarakat setempat dengan dikoordinir oleh ketua RT.

Besaran dana masing-masing RT, Rp30 juta itu dipakai sesuai kebutuhan di setiap RT.

“Ada yang merehab rumah, kerjakan saluran dan pemasangan lampu jalan,” ujar Norman kepada papuaglobalnews.com pada Kamis 18 September 2025.

Dikatakan, pengerjaan saluran ini sejalan dengan anjuran Bupati Mimika Johannes Rettob dalam mencegah banjir di musim hujan.

Norman menyampaikan sesuai informasi yang diterimanya meskipun belum pasti, pemerintah pada tahun ini melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memprogramkan mengerjakan pengecoran jalan di semua RT di Nawaripi, mengingat kondisi jalan yang ada sekarang pada rusak berat.

Sementara Alexsandro Ghopa, warga RT 13 Nawaripi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kampung Nawaripi yang mengalokasikan dana pembangunan saluran.

Alexsandro menyampaikan warga RT 13 sudah bersepakat secara sukarela memberikan lahannya untuk pembangunan saluran tanpa mengganggu badan jalan dengan lebar 5-6 meter sesuai standar.

Pembangunan saluran ini dari RT 13 menghubungkan RT 14 sudah dibuka oleh excavator sepanjang kurang lebih 200 meter, dan masih berlanjut sampai 300 meter yang akan bertemu ujung saluran yang sudah ada.

Ia berharap setelah dibangun saluran air pemerintah kampung dapat memprogramkan juga pengaspalan atau rabat beton guna mempermudah akses masyarakat dan pemasangan penerangan jalan. Masyarakat yang tinggal di RT 13 heterogen dari berbagai daerah.

Dalam pengerjaan itu, sebut Alexandro petugas Pemerintah Kampung Yohanes Rujumara turun mengawasi di lapangan.

Ia berharap Kampung Nawaripi yang berada di tengah Kota Timika perlu mendapat perhatian oleh pemerintah. Selain jalan, lampu penerangan juga membangun SMP Negeri, mengingat sangat banyak anak-anak Kampung Nawaripi dan SP4 bersekolah jauh di SMP Negeri 7, SMPN Koperapoka di Jalan Leo Mamiri dengan berjalan kaki. **