Pemkamp Nawaripi Gelar Musrenbang Tingkat Dusun, Dana Desa Tahun 2026 Menurun
Anggaran tersebut telah termasuk untuk pembiayaan sejumlah program wajib seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) Ekstrim, ketahanan pangan, penanganan iklim, pelayanan kesehatan dasar (stunting), digitalisasi, koperasi merah putih, padat karya tunai dan lainnya.
“Dengan program wajib seperti ini, RT dan dusun harus memikirkan program yang benar-benar menyentuh warga. Misalnya BLT diberikan kepada mereka yang benar-benar miskin ekstrim. Bagi janda atau lansia yang masih bisa bekerja perlu dipertimbangkan. BLT diberikan bagi mereka yang tidak mampu bekerja secara fisik,” terang Arden.
Arden menambahkan, pemberian bantuan akan menyesuaikan kondisi keuangan kampung. Dengan keterbatasan anggaran, penerima BLT bisa saja berkurang hanya berkisar 10-20 orang, padahal di tiap RT terdapat banyak lansia serta mama-mama janda yang dinilai layak menerima bantuan.
Melalui Musrenbang Kampung nanti, pihaknya akan menyampaikan program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat Nawaripi. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















