Pemkab Mimika Raih Dua Penghargaan Bergengsi: PT Freeport Indonesia dan YPMAK Layak Terima Apresiasi Serupa
Timika,papuaglobalnews.com – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika memborong dua penghargaan bergengsi sekaligus dari Kementerian Dalam Negeri RI dan Tribun Network menuai apresiasi sekaligus catatan penting dari Liberatus Pogolamum, S.Fil., intelektual Amungme. Penghargaan atas capaian penurunan stunting, penanggulangan kemiskinan, serta inovasi pembiayaan kreatif (creative financing) daerah tersebut dinilai tidak lepas dari andil besar PT. Freepert Indonesia mitra komunal di Mimika.
Intelektual asal Suku Amungme ini menyatakan bahwa di balik panggung apresiasi yang diterima pemerintah, ada komitmen nyata dan konsisten dari PT Freeport Indonesia melalui Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang bergerak di akar rumput.
“Kita patut bangga atas prestasi yang diraih Pemkab Mimika dari Kemendagri dan Tribun Network. Namun, jujur dan objektif harus kita sampaikan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari sinergi yang kuat. Karenanya, sudah sepatutnya PT Freeport Indonesia dan YPMAK juga diberikan penghargaan yang setara atas komitmen mereka,” ujar Liberatus Pogolamum dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi papuaglobalnews.com pada Kamis 25 Juni 2026.
Menurut alumni Fakultas Filsafat UGM ini, dana kemitraan yang dikucurkan oleh PT Freeport Indonesia dan dikelola secara profesional oleh YPMAK telah menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Mimika. Intervensi program dari kedua lembaga tersebut dinilai langsung menyentuh aspek paling krusial dalam kehidupan masyarakat, yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.
“Dampak dari dana kemitraan PT. Freepoer Indonesia melalui YPMAK sangat masif dan dirasakan langsung oleh masyarakat adat, baik mereka yang mendiami kampung-kampung di wilayah pegunungan yang terisolir, maupun yang berada di pesisir pantai Mimika,” jelas Liberatus.
Di wilayah pegunungan, kontribusi nyata terlihat dari penyediaan layanan kesehatan, pengiriman logistik, hingga beasiswa pendidikan bagi generasi muda. Sementara di wilayah pesisir, kehadiran klinik apung, program air bersih, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal perikanan terbukti efektif menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan menekan angka stunting dua indikator utama yang membawa Pemkab Mimika meraih penghargaan nasional.
Lebih lanjut, Liberatus menekankan bahwa pola hubungan antara APBD Mimika dan dana kemitraan PT. Freeport Indonesia melalui YPMAK adalah model ideal dari creative financing yang diakui oleh pusat. Ketika birokrasi dan anggaran daerah memiliki keterbatasan jangkauan, YPMAK hadir menambal celah tersebut dengan eksekusi program yang cepat dan tepat sasaran.
“Penghargaan dari Kemendagri dan Tribun Network seharusnya melihat ekosistem kesuksesan ini secara utuh. Memberikan penghargaan kepada PTFI dan YPMAK bukan sekadar memberikan plakat, melainkan sebuah validasi moral dan bentuk penghormatan atas kesetiaan mereka mengawal pembangunan kemanusiaan di Tanah Mimika,” tegasnya.
Mengakhiri keterangannya, Liberatus berharap lembaga negara maupun media nasional ke depan dapat lebih jeli dalam memotret dinamika pembangunan di daerah industri seperti Mimika. Sinergi antara pemerintah, korporasi, dan lembaga adat harus terus dipupuk sebagai modal utama membawa Mimika yang lebih maju dan sejahtera. **

















