Pemdis Agimuga Serahkan Peralatan Kerja Kebersihan Lingkungan kepada Delapan Kampung
Timika,papuaglobalnews.com – Pemerintah Distrik Agimuga, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyerahkan peralatan kerja dalam program padat karya kebersihan lingkungan kepada delapan kampung, Senin 22 Juni 2026.
Peralatan pendukung program padat karya tersebut diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Distrik Agimuga, Arianus Katagame, di halaman Kantor Distrik Agimuga. Bantuan yang diberikan berupa delapan unit mesin pembabat rumput, delapan unit tangki semprot, serta cairan pembasmi rumput liar (roundup).
Arianus Katagame melalui sambungan telepon menjelaskan selain mesin pembabat rumput, tangki semprot, dan roundup, masing-masing kampung juga menerima 35 liter bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung pelaksanaan program bersih kampung, terutama pembersihan rumput di sepanjang jalan akses menuju kampung dan jalan utama distrik.
“Peralatan kerja ini merupakan pengadaan Pemerintah Distrik Agimuga pada Tahun Anggaran 2026,” ujarnya.
Selain itu, Pemerintah Distrik Agimuga juga menyerahkan bantuan berupa beras, mi instan, gula, dan kopi kepada masyarakat di delapan kampung guna mendukung pelaksanaan program padat karya tersebut. Kegiatan pembersihan lingkungan dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih empat hari, hingga Kamis 25 Juni 2026.
Arianus mengatakan seluruh peralatan kebersihan yang dibagikan nantinya disimpan menjadi aset kampung setelah digunakan dalam program padat karya. Peralatan tersebut dapat dimanfaatkan kembali setiap kali masyarakat melaksanakan kerja bakti, baik dalam rangka menyambut hari-hari besar keagamaan maupun peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, pembagian peralatan kerja tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat di delapan kampung yang berada di wilayah Distrik Agimuga.
Terkait bantuan tersebut, Arianus mengingatkan masyarakat dan para kepala kampung agar menjaga serta merawat seluruh fasilitas yang telah diberikan sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.
“Kita tidak bagi untuk menjadi milik orang per orang, tetapi setelah digunakan dalam program padat karya ini akan menjadi aset kampung. Kita harap mereka menjaga dan merawatnya dengan baik,” kata Arianus.
Ia menambahkan, setelah peralatan dibagikan, masyarakat langsung bergerak membersihkan jalan utama distrik hingga area pelabuhan. **

















