Ouceu Satyadipura : Sunda Mengajarkan Agar Orang Mampu Memanusiakan Dirinya dan Orang Lain
Manehna bakal nanjung hirupna (mereka akan agung hidupnya);
Bakal mulia gumelarana (akan mulia namanya);
Kawangikeun sabuana panca tengah (dan akan harum namanya ke seluruh penjuru);
lamun manehna jujur, sinatria, gumati ka sileutik (apabila ia berlaku jujur, satria, dan memperhatikan rakyat kecil);
Nyaah karahayat sarta wibawa kasasama (sayang kepada rakyat dan wibawa kepada sesama);
Sabalikna, hirupna moal panggih jeung kaseunangan (sebaliknya hidupnya tak akan mendapat kesenangan);
Bakal lara balangsak saindegungna (akan lara sengsara selamanya);
lamun ingkar tina patokan anu tadi (apabila ingkar dari nilai-nilai kehormatan itu).
Ouceu mengajak untuk SILIH ASAH, SILIH ASIH DAN SILIH ASUH.
SILIH ASAH; yaitu silih bejaan dina kahadean (saling mengingatkan tentang kebaikan);
SILIH ASIH; yaitu silih pikanyaah, nulung ka nu butuh, naling ka nu susah (saling menyayangi, menolong pada yang butuh, membantu pada yang susah);
SILIH ASUH; yaitu silih jaga antar sasama (saling menjaga antar sesama); **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















