Manehna bakal nanjung hirupna (mereka akan agung hidupnya);

Bakal mulia gumelarana (akan mulia namanya);

Kawangikeun sabuana panca tengah (dan akan harum namanya ke seluruh penjuru);

lamun manehna jujur, sinatria, gumati ka sileutik (apabila ia berlaku jujur, satria, dan memperhatikan rakyat kecil);

Nyaah karahayat sarta wibawa kasasama (sayang kepada rakyat dan wibawa kepada sesama);

Sabalikna, hirupna moal panggih jeung kaseunangan (sebaliknya hidupnya tak akan mendapat kesenangan);

Bakal lara balangsak saindegungna (akan lara sengsara selamanya);

lamun ingkar tina patokan anu tadi (apabila ingkar dari nilai-nilai kehormatan itu).

Ouceu mengajak untuk SILIH ASAH, SILIH ASIH DAN SILIH ASUH.

SILIH ASAH; yaitu silih bejaan dina kahadean (saling mengingatkan tentang kebaikan);

SILIH ASIH; yaitu silih pikanyaah, nulung ka nu butuh, naling ka nu susah (saling menyayangi, menolong pada yang butuh, membantu pada yang susah);

SILIH ASUH; yaitu silih jaga antar sasama (saling menjaga antar sesama); **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.