Mulai Tahun Ini Pemasangan Meteran Air Minum di Mimika Tidak Lagi Gratis, Ini Alasannya
Yoga juga menambahkan, berdasarkan hasil RDP tersebut, dalam pembangunan jaringan tidak lagi ditentukan berapa banyak sambungan rumah yang akan dipasang seperti sebelumnya. Pembangunan akan lebih difokuskan pada pemasangan jaringan yang melintas hingga ke kawasan permukiman warga.
Menurutnya, cara tersebut dapat mengurangi sistem pengadaan secara terus-menerus sehingga tidak terjadi pemborosan anggaran pemerintah. Sebab, selama ini dari sisi pengawasan oleh masyarakat juga belum berjalan secara optimal.
“Jadi tugas PUPR sekarang hanya siapkan jaringan IPA. Bagi masyarakat yang mau memasang meteran silahkan ajukan permohonan ke PUPR dan kami siap pasang. Tapi pemasangan meteran kita masih menunggu payung hukumnya karena berkaitan dengan berapa besar biaya,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Air Minum, Ahmad Mokan, menjelaskan saat ini sudah terdapat sekitar 15 ribu sambungan rumah. Ke depan, sambungan rumah tersebut akan terus diverifikasi dan dinormalisasi.
Ia menegaskan pada tahun ini PUPR tidak memasang sambungan rumah baru. Pekerjaan lebih difokuskan pada penyambungan dari jaringan pipa distribusi induk ke jaringan primer 63 di klaster-klaster yang memiliki potensi masyarakat untuk menjadi pelanggan sambungan rumah ke depan.
Hal tersebut bertujuan agar ketika nantinya ada masyarakat yang mengajukan permohonan sebagai pelanggan dan ingin memasang sambungan rumah, proses pemasangannya menjadi lebih mudah karena jaringan sudah tersedia.
Sementara mengenai banyaknya fasilitas meteran yang rusak maupun dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab, Ahmad mengatakan hal tersebut tetap menjadi perhatian pemerintah. Namun, mengingat jumlah fasilitas yang harus ditangani cukup banyak di suatu wilayah, proses penanganannya membutuhkan waktu yang panjang.
Ahmad juga mengungkapkan untuk pemasangan jaringan IPA dan jaringan primer 63 pada tahun 2026, sasarannya difokuskan di wilayah SP13, Distrik Kuala Kencana dan wilayah Distrik Wania.
Pemasangan jaringan tersebut disesuaikan dengan jaringan pipa distribusi induk yang sudah tersedia. Hal ini dilakukan agar pembangunan jaringan primer dapat berfungsi dan tidak mangkrak karena tidak memiliki sumber jaringan distribusi induk. **
Inosensius Yoga Pribadi, Kepala Dina PUPR Mimika dan Ahmad Mokan, Kepala UPTD Air Minum Mimika memberikan keterangan kepada media, Rabu 12 Agustus 2026. (Foto – Antonius Juma Songa/papuaglobalnews.com).




