Momen Penancapan Mbitoro di Mioko: Marianus Pesan Warga Kamoro Jangan Jual Tanah
Mioko,papuaglobalnews.com – Masyarakat Kamoro di Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah menggelar seremonial penancapan Patung Mbitoro pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Patung Mbitoro setinggi enam meter yang didirikan menghadap matahari terbit merupakan simbol kehidupan baru bagi masyarakat Kamoro dan menjadi bagian penting dalam rangkaian prosesi adat Karapau-ritual pendewasaan anak laki-laki dalam keluarga Kamoro.
Dalam suasana sakral tersebut, Wakil Ketua I Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (LEMASKO) Marianus Maknaepeku menyampaikan pesan tegas kepada masyarakat agar tidak mudah menjual tanah dan berhati-hati dalam menandatangani surat jual beli.
“Kita sebagai orang Kamoro harus menjaga dusun. Jangan mudah menandatangani surat jual beli tanah,” ujar Marianus saat menyampaikan pesan adat dari atas Mbitoro yang telah berdiri kokoh.
Ia menilai perkembangan pesat pembangunan di Kabupaten Mimika membawa dampak sosial yang dapat mengancam keberlangsungan masyarakat Kamoro dari wilayah Mile 50 hingga pesisir ombak pecah. Menurutnya, masyarakat Kamoro yang tinggal di wilayah Pantai Selatan harus kuat berpegang pada adat dan agama sebagai fondasi kehidupan.
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















