Mimika Dinobatkan Juara Umum Pesparani II Papua Tengah dengan Sembilan Piala
John mengungkapkan dengan panitia mampu menyukseskan acara di tingkat provinsi yang rasanya nasional, maka Mimika sudah siap menjadi tuan rumah Pesparani Nasional yang rencana di Papua pada tahun 2027 mendatang.
Selain itu, John mengharapkan kepada peserta dan dewan juri selama berada di Timika benar-benar mengalami suasana yang aman, damai tanpa kekurangan apapun, sehingga setiba kembali di daerahnya masing-masing dalam melayani di paroki, di lingkungan umat basis membawa kisah yang baik tentang Mimika.
Sebagai tuan rumah, John meminta kepada semua peserta untuk memberikan masukan dan kritik jika ada kekurangan selama pelaksanaan Pesparani II ini agar menjadi bahan evaluasi supaya diperhatikan pada kegiatan-kegiatan berikutnya.
Sebagai Ketua LP3KD Mimika, John juga mengucapkan terima kasih secara khusus kepada perwakilan Mimika yang sudah memberikan hasil membanggakan berkat kerja keras selama ini.
“Saya sudah keliling semua di venue perlombaan. Semua kabupaten luar biasa menampilkan yang terbaik,” katanya.
John juga mengapresiasi atas kehebatan anak-anak dalam lomba CCR Anak yang mampu menjawab 20 soal yang disiapkan panitia dengan baik.
John berharap setelah pulang dari Pesparani II ini setiba di daerah masing-masing terus berkarya memuji Tuhan. Karena dalam ajang lomba ini bukan mencari siap yang menang dan kalah tetapi paling penting menumbuhkan rasa kebersamaan dan persaudaraan sebagai sesama umat Katolik.
Sebagai tuan rumah, John mengucapkan selamat jalan kepada peserta dan dewan juri semoga tiba di tempat tinggalnya masing-masing dalam kondisi sehat tanpa membawa oleh-oleh malaria.
John memastikan selama Pesparani II semua peserta dijamin oleh BPJS Kesehatan dan tenaga kesehatan selalu siap 24 jam, sehingga yang sakit langsung ditangani.
“Jangan bosan-bosan untuk datang kembali di Timika,” pungkasnya. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















