Bupati mengkhawatirkan jika dibiarkan tanpa perencanaan matang berpotensi pertumbuhan penduduk berisiko menciptakan kawasan permukiman tidak teratur yang sulit diperbaiki di masa depan.

Ia berharap pembangunan kawasan perkotaan di wilayah pesisir Potowaiburu memerlukan pendekatan teknis yang adaptif terhadap karakteristik lahan basah dan kondisi pasang surut air laut.

Perencanaan selain memperhatikan aspek estetika kawasan, tetapi paling penting tersedianya sistem drainase yang memadai serta infrastruktur dasar yang tangguh sesuai kondisi wilayah setempat.

Menurutnya, penyusunan perencanaan Kota Potowaiburu menjadi langkah preventif sekaligus akseleratif dalam mewujudkan kawasan perkotaan distrik yang mandiri, tertata, dan berkelanjutan.

Melalui seminar ini diharapkan menghasilkan dokumen perencanaan yang menjadi pedoman bagi Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menentukan arah kebijakan pembangunan dan pengalokasian anggaran secara bertahap dalam jangka panjang.

Potowaiburu dipersiapkan tidak hanya menjadi pusat administrasi, melainkan bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tertata, layak huni, dan berdaya saing di wilayah pesisir Mimika. **