Timika,papuaglobalnews.com – Menuju terwujudnya kawasan pembangunan kota mandiri, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mimika mengadakan Seminar Pendahuluan Perencanaan Kota Potowaiburu Distrik Mimika Barat Jauh, Kamis 20 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung di salah satu hotel di Timika PUPR Mimika menggandeng CV Point Plan Engineering selaku konsultan.

Bupati Mimika dalam sambuntan yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Keuangan Setda Mimika, Santi Sondang  menjelaskan Distrik Mimika Barat Jauh dengan ibu kotanya Potowaiburu sebagai pusat pertumbuhan, memiliki posisi strategis sebagai beranda depan sekaligus salah satu pintu gerbang transportasi laut di wilayah barat Kabupaten Mimika. Kawasan itu memiliki lima kampung yakni Potowaiburu, Aindua, Umar (Ararau), Tapormai dan Yapakopa.

“Secara geografis, kawasan ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Kaimana, menjadikannya titik transit penting dalam arus perpindahan barang dan jasa antarwilayah. Potensi sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor perikanan dan kehutanan, menuntut kehadiran pusat pertumbuhan yang mampu mengakomodasi kegiatan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat lokal,” katanya.

Letaknya yang strategis perlu didukung dengan perencanaan pembangunan yang terarah.

Saat ini, perkembangan infrastruktur dan permukiman di kawasan Potowaiburu cenderung berlangsung secara sporadis belum sepenuhnya didukung pola tata ruang yang terpadu yang berpengaruh pada pemanfaatan lahan menjadi kurang efisien.

Bupati mengkhawatirkan jika dibiarkan tanpa perencanaan matang berpotensi pertumbuhan penduduk berisiko menciptakan kawasan permukiman tidak teratur yang sulit diperbaiki di masa depan.

Ia berharap pembangunan kawasan perkotaan di wilayah pesisir Potowaiburu memerlukan pendekatan teknis yang adaptif terhadap karakteristik lahan basah dan kondisi pasang surut air laut.

Perencanaan selain memperhatikan aspek estetika kawasan, tetapi paling penting tersedianya sistem drainase yang memadai serta infrastruktur dasar yang tangguh sesuai kondisi wilayah setempat.

Menurutnya, penyusunan perencanaan Kota Potowaiburu menjadi langkah preventif sekaligus akseleratif dalam mewujudkan kawasan perkotaan distrik yang mandiri, tertata, dan berkelanjutan.

Melalui seminar ini diharapkan menghasilkan dokumen perencanaan yang menjadi pedoman bagi Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menentukan arah kebijakan pembangunan dan pengalokasian anggaran secara bertahap dalam jangka panjang.

Potowaiburu dipersiapkan tidak hanya menjadi pusat administrasi, melainkan bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tertata, layak huni, dan berdaya saing di wilayah pesisir Mimika. **