“Perencanaan pembangunan harus disusun secara fokus, tematik, dan berbasis pada data permasalahan utama daerah, sehingga program yang dirancang benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan arah kebijakan pembangunan ke depan tidak lagi berorientasi pada banyaknya program, melainkan pada pencapaian prioritas dan indikator kinerja yang jelas.

Setiap program, lanjutnya, harus memiliki target terukur, lokasi yang jelas, kelompok sasaran yang tepat, serta dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Perencanaan harus mampu menjawab pertanyaan mendasar: apa masalahnya, di mana lokasinya, siapa sasarannya, dan apa hasil yang ingin dicapai. Jika tidak, maka program tersebut bukan prioritas,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah, katanya akan terus memperkuat sinergi antara perencanaan provinsi dan kabupaten, agar dokumen perencanaan seperti RPJMD, RKPD, Renstra, hingga APBD dapat selaras dan mendukung pencapaian target pembangunan.

Ia menegaskan, setiap anggaran yang dialokasikan harus berkontribusi terhadap indikator pembangunan seperti penurunan kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, serta pengurangan kesenjangan wilayah.

Menutup sambutannya, Gubernur mengingatkan perencanaan pembangunan bukan sekadar dokumen administratif, melainkan penentu arah masa depan daerah. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.