Meki Nawipa: Pembangunan Daerah Tidak Butuh Banyak Program, Tapi Harus Tepat Sasaran
Timika,papuaglobalnews.com – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menegaskan dalam pembangunan daerah tidak diperlukan terlalu banyak program, melainkan program yang tepat sasaran dan memberikan dampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Kita tidak butuh terlalu banyak program, tetapi program yang tepat sasaran. Kita tidak membutuhkan anggaran besar, tetapi anggaran yang efektif dan berdampak. Kita juga tidak membutuhkan dokumen tebal, tetapi perencanaan yang mampu menyelesaikan persoalan pembangunan,” tegas Gubernur Meki melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh perwakilan Bappeda Papua Tengah, Leni, pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Mimika penyusunan program pembangunan Tahun 2027 yang berlangsung di Aula Bappeda Mimika, Jalan Mayon, Senin 30 Maret 2026.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Mimika yang dinilai sebagai forum strategis dalam menyepakati prioritas pembangunan daerah.
“Musrenbang bukan sekadar forum tahunan, tetapi menjadi wadah untuk memastikan arah pembangunan daerah disusun secara terencana, terukur, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Provinsi Papua Tengah 2025–2029 dengan visi Papua Tengah Emas yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan.
Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah fokus kebijakan pembangunan, antara lain:
1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia
2. Pengurangan kemiskinan dan kesenjangan wilayah
3. Penguatan struktur ekonomi daerah dan peningkatan nilai tambah
4. Peningkatan pelayanan dasar
5. Reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan
Menurutnya, Kabupaten Mimika memiliki peran strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Papua Tengah. Oleh karena itu, pembangunan di Mimika diharapkan tidak hanya berdampak secara lokal, tetapi juga memberikan efek positif bagi wilayah sekitarnya.
“Perencanaan pembangunan harus disusun secara fokus, tematik, dan berbasis pada data permasalahan utama daerah, sehingga program yang dirancang benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan arah kebijakan pembangunan ke depan tidak lagi berorientasi pada banyaknya program, melainkan pada pencapaian prioritas dan indikator kinerja yang jelas.
Setiap program, lanjutnya, harus memiliki target terukur, lokasi yang jelas, kelompok sasaran yang tepat, serta dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Perencanaan harus mampu menjawab pertanyaan mendasar: apa masalahnya, di mana lokasinya, siapa sasarannya, dan apa hasil yang ingin dicapai. Jika tidak, maka program tersebut bukan prioritas,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah, katanya akan terus memperkuat sinergi antara perencanaan provinsi dan kabupaten, agar dokumen perencanaan seperti RPJMD, RKPD, Renstra, hingga APBD dapat selaras dan mendukung pencapaian target pembangunan.
Ia menegaskan, setiap anggaran yang dialokasikan harus berkontribusi terhadap indikator pembangunan seperti penurunan kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, serta pengurangan kesenjangan wilayah.
Menutup sambutannya, Gubernur mengingatkan perencanaan pembangunan bukan sekadar dokumen administratif, melainkan penentu arah masa depan daerah. **




































