Masyarakat Mimika Diajak Konsumsi dan Gunakan Produk Lokal
Timika,papuaglobalnews.com – Masyarakat Kabupaten Mimika, termasuk TNI-Polri, BUMN dan BUMD, diajak sekaligus diimbau untuk mengonsumsi dan menggunakan produk lokal dan hasil pertanian yang dihasilkan para petani mama-mama Papua serta karya pelaku seni masyarakat Timika.
Ajakan ini disampaikan Septinus Timang, S.Sos., M.Si., MH, Kepala Bappeda Mimika, melalui Kabid Pengembangan Ekonomi Bappeda Mimika, Ritha Palindang, SE., M.Si. kepada papuaglobalnews.com di ruang kerjanya, Kamis, 13 Agustus 2026.
Ritha mengungkapkan, masyarakat di harapkan mengkonsumsi pangan lokal hasil panen petani Orang Asli Papua (OAP), seperti umbi-umbian, buah-buahan dan sayur-sayuran. Ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Bupati Mimika Nomor 53 Tahun 2026 tentang “Gerakan Mengkonsumsi dan Menggunakan Produk Lokal di Kabupaten Mimika” yang dikeluarkan pada 26 Juni 2026.
Ritha mengungkapkan, Bupati Mimika mengeluarkan edaran tersebut dengan dasar bahwa masyarakat lokal yang berkebun pada umumnya menanam singkong, keladi dan petatas. Namun, pemasaran hasil perkebunan masyarakat lokal tersebut menghadapi kendala karena keterbatasan akses pasar, sehingga menimbulkan penumpukan di pasar-pasar karena tidak laku terjual.
Dampak dari kondisi tersebut menyebabkan pendapatan ekonomi para petani mama-mama Papua tidak dapat berkembang dengan baik atau tertinggal jika dibandingkan dengan para pedagang lainnya.
Selain itu, dengan mengonsumsi pangan lokal alami yang dihasilkan dari kebun langsung oleh petani mama-mama Papua berarti ikut mengambil bagian mengurangi ketergantungan terhadap makanan siap saji yang belum tentu terjamin secara higienis dalam memenuhi kebutuhan gizi sesuai dengan kesehatan.
Ia menambahkan, melalui kecintaan terhadap pangan lokal, masyarakat ikut ambil bagian dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal, khususnya Orang Asli Papua, mengurangi konsumsi makanan cepat saji, memperkuat industri lokal, khususnya kelompok UMKM di Kabupaten Mimika.
Lainnya, meningkatkan pendapatan masyarakat, mendorong masyarakat memproduksi lebih banyak hasil pertanian guna memperluas lapangan kerja, mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar daerah serta melestarikan produk lokal sekaligus menjaga identitas budaya.
Melalui edaran Bupati tersebut, diwajibkan menggunakan produk lokal dalam penyediaan makanan ringan dan jamuan tamu dalam kegiatan kantor serta event besar lainnya dan bisa juga untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Selain itu, memprioritaskan produk UMKM masyarakat lokal Kabupaten Mimika untuk cenderamata dan hiasan ruangan kantor serta menjadikan produk lokal sebagai pilihan utama di lingkungan kantor.
Ia menambahkan, melalui edaran tersebut menjadi perhatian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) rumpun ekonomi untuk terus meningkatkan pelayanan pelatihan dan pendampingan keterampilan terhadap para petani agar menjadi pelaku UMKM yang unggul dan kreatif.
Kepada para petani, ia mendorong agar lebih kreatif memanfaatkan hasil tani singkong, keladi dan petatas untuk diolah menjadi beragam jenis olahan makanan ringan yang bernilai ekonomis dengan kemasan menarik agar dapat dijadikan oleh-oleh yang dipasarkan di toko, kios, rumah makan, bandara maupun di pesawat.
Ia juga menekankan kepada semua OPD agar dalam setiap kegiatan wajib menyajikan pangan lokal sebagai pengganti kue yang selama ini diterapkan.
Hanya melalui cara-cara kreatif seperti ini, ia meyakini, dapat membantu mempromosikan pangan lokal bahwa gizinya tidak kalah bersaing dengan kue dari bahan pangan yang didatangkan dari luar.
Produk-produk lokal karya seni UMKM diharapkan dapat dijadikan souvenir atau hadiah dalam setiap kegiatan penting pemerintah maupun swasta untuk dibagikan kepada peserta atau tamu.
Melalui pemanfaatan produk lokal, dapat meningkatkan pendapatan ekonomi pelaku usaha sekaligus mengurangi penumpukan hasil karya para seniman atau pengrajin.
Ia berharap OPD-OPD Rumpun Ekonomi lebih meningkatkan promosi agar hasil karya pelaku UMKM Mimika, baik dalam bentuk produk pangan maupun produk karya seni dari bahan alami seperti tas noken, ukiran, patung dan lain-lain, semakin dikenal luas.
“Mari kita semakin mencintai produk lokal Mimika. Lewat konsumsi pangan lokal dan menggunakan produk lokal, kita telah membantu ekonomi mama-mama dan pengrajin di daerah ini,” ajaknya. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















