Ia mengatakan, pada saat itu pihak panitia menghadirkan Wilhemus Haurisa sebagai salah satu tokoh perintis pemerintahan. Haurisa menjadi salah satu tokoh sejarah yang sangat paham dan memahami betul dari awal perkembangan Mimika pada waktu itu.

Selain Wilhemus Haurisa, juga dihadirkan Taslim Tuhuteru. Menurutnya, mereka adalah tokoh penting yang masih hidup sebagai saksi sejarah lahirnya Mapurujaya.

Menurut Marianus, sesuai penjelasan Haurisa dan Taslim tentang sejarah perkembangan Mimika dari dulu hingga saat ini, hal tersebut merupakan sesuatu yang benar. Melalui kisah yang disampaikan, menjadi pengingat bagi generasi Mapurujaya maupun semua pihak.

“Kami dari lembaga adat LEMASKO sangat memberi apresiasi kepada Hj. Rampeani Rachman bersama teman-temannya yang sudah mewujudkan acara ini dengan sangat bagus yang dikemas dengan beragam kegiatan. Acara ini menjadi pengingat akan masa lalu dan sebagai pendorong untuk terus dilaksanakan di waktu mendatang,” katanya.

Lewat momen tersebut, Marianus mengharapkan sebagai generasi penerus perlu mengingat baik pesan orang tua dan para pendahulu yang merintis daerah itu untuk selalu menjaga dan melindungi agar warisan tersebut tidak hilang.

“Mapurujaya harus terus maju dan berkembang dari semua aspek,” pungkasnya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.