Timika,papuaglobalnews.com – Masyarakat Kamoro maupun lainnya yang Lahir Besar  Mapurujaya (LABEMA) wilayah Mapurujaya masih dalam suasana suka cita. Masyarakat setempat baru saja merayakan pesta emas atau 50 tahun lahirnya Mapurujaya yang merupakan kota distrik tua dan pertama semasa masih berada di bawah pemerintahan administrasi Kabupaten Fakfak.

Mapurujaya berdiri pada 19 Agustus 1976. Sebagai bentuk ungkapan syukur, Pemerintah Distrik Mapurujaya bersama panitia melaksanakan acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 di halaman Kantor Distrik Mimika Timur pada 19 Agustus 2026 yang diisi dengan beragam kegiatan.

Menutup seluruh rangkaian pesta emas tersebut, panitia mengadakan pesta rakyat berlangsung di Pomako pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Atas terselenggaranya acara emas dengan inisiator Hj. Rampeani Rachman, Anggota DPRK Mimika, kegiatan ini menuai apresiasi dari Marianus Maknaepeku selaku tokoh masyarakat Kamoro.

Acara yang penuh kehangatan dan kekeluargaan tersebut dihadiri para undangan dari unsur TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Mimika, tokoh masyarakat, tokoh adat, Ketua DPRK Mimika, tokoh agama dan tokoh perempuan. Menurut Marianus, kehadiran berbagai unsur tersebut merupakan sesuatu yang luar biasa dan menjadi catatan sejarah tersendiri.

Marianus mengaku sungguh terharu dengan suksesnya acara tersebut, terutama setelah mendengar kisah perjalanan panjang Mapurujaya dari para sesepuh dan orang tua yang adalah mantan pejabat Mimika.

Ia mengatakan, pada saat itu pihak panitia menghadirkan Wilhemus Haurisa sebagai salah satu tokoh perintis pemerintahan. Haurisa menjadi salah satu tokoh sejarah yang sangat paham dan memahami betul dari awal perkembangan Mimika pada waktu itu.

Selain Wilhemus Haurisa, juga dihadirkan Taslim Tuhuteru. Menurutnya, mereka adalah tokoh penting yang masih hidup sebagai saksi sejarah lahirnya Mapurujaya.

Menurut Marianus, sesuai penjelasan Haurisa dan Taslim tentang sejarah perkembangan Mimika dari dulu hingga saat ini, hal tersebut merupakan sesuatu yang benar. Melalui kisah yang disampaikan, menjadi pengingat bagi generasi Mapurujaya maupun semua pihak.

“Kami dari lembaga adat LEMASKO sangat memberi apresiasi kepada Hj. Rampeani Rachman bersama teman-temannya yang sudah mewujudkan acara ini dengan sangat bagus yang dikemas dengan beragam kegiatan. Acara ini menjadi pengingat akan masa lalu dan sebagai pendorong untuk terus dilaksanakan di waktu mendatang,” katanya.

Lewat momen tersebut, Marianus mengharapkan sebagai generasi penerus perlu mengingat baik pesan orang tua dan para pendahulu yang merintis daerah itu untuk selalu menjaga dan melindungi agar warisan tersebut tidak hilang.

“Mapurujaya harus terus maju dan berkembang dari semua aspek,” pungkasnya. **