LEMASA Tegaskan Tidak Pernah Ultimatum TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Bebaskan Sembilan Warga Jila
“Dalam waktu singkat ada surat yang melayangkan bahwa dari lembaga masyarakat adat Kabupaten Mimika mengeluarkan atau mengultimatumkan kepada TPNPB Kodam III Kali Kopi yang mengatakan Sembilan sandera itu dikembalikan dengan tegas,” jelas Dinus.
Dinus menegaskan LEMASA tidak pernah mengeluarkan pernyatakan hal secam itu.
Ia menduga pernyataan ultimatum itu sengaja dikeluarkan oleh oknum-oknum tertentu untuk menghancurkan pihak LEMASA.
“Saya minta oknum-oknum tertentu dan saya melihat ada beberapa koran yang keluar harus melaporkan 1×24. Kami belum pernah dikonfirmasi baik melalui telepon maupun komunikasi secara pribadi melalui via elektronik sampai hari ini belum pernah,” jelas Dinus.
Ia menambahkan termasuk kejadian-kejadian seperti itu belum pernah mendapatkan informasi baik dari masyarakat maupun pihak keamanan atau aparat kampung.
“Kita tahu saja kejadian ini semacam ini. Efek dari kejadian Jila itu kami tahu hanya bisa lihat melalui tivi. Tapi untuk mengambil sikap, lembaga mengambil sikap harus punya data akurat seperti punya stament-stament khusus yang kami sampaikan, tapi harus melalui lembaga. Walaupun Jila merupakan salah satu wilayah adat kami,” jelasnya.
Ia juga menegaskan LEMASA belum pernah mendapat pernyataan atau informasi dari Kodap III melalui masyarakat. Bahwa hal semacam ini yang terjadi dan pelaku-pelakunya seperti apa.
“Sampai hari ini kita juga bingung sumber informasi ini dari mana? Terkait juga dengan koran yang mengeluarkan informasi ini ada dua sumber. Satunya memuat foto staf LEMASA dan papan nama. Memang itu foto kami, tapi siapa yang ambil, sama saja dengan jual kami punya nama,” tuturnya.
Dinus menuntut agar nama baik lembaga harus dipulihkan demi menjaga nama baik 11 wilayah adat LEMASA.
Ia mengungkapan secara fakta di Mimika LEMASA memiliki beberapa versi.
“Yang jelas akan kami telusuri dari sumbernya nanti. Harus pertanggungjawabkan dari mana sumbernya dan bekerjasama dengan aparat keamanan,” pungkasnya. **






















