Timika,papuaglobalnews.com – Lanud Yohanes Kapiyau (YKu) Timika melaksanakan Dirgantara Fair 2025 di Kabupaten Mimika. Acara memperkenalkan Kedirgantaraan kepada generasi mudah maupun masyarakat dilaksanakan di Lapangan SDI Nawaripi di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Sabtu 27 September 2025.

Kegiatan Dirgantara Fair Tahun 2025 mengambil tema ‘Mengenal Dirgatara, Menggapai Asa’ dengan menerbangkan pesawat kertas serentak di seluruh jajaran TNI Angkatan Udara dalam rangka menyambut HUT TNI ke 80 pada 5 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut dipimpin Kapten Adm Aswarman, Kadispers Lanud Yku didampingi Letda Tek Nasrul Alhuda selaku Ps. Kasikomsosdirga Lanud Yku dan Serka Kasimirus Anitu, Babinpotdirga Lanud Yku.

Peserta dalam Kedirgantara ini diikuti seluruh siswa-siswi SDI Nawaripi kurang lebih 800 orang. Pesawat-pesawat yang dibuat oleh siswa-siswi dari 1000 lembar kerta dilemparkan ke atas udara.

Suasana semakin meriah  dengan penampilan atraksi pesawat tempur Aeromodeling Lanud Yohanis Kapiyau dan tarian seka siswa-siswi SDI Nawaripi.

Kapten Adm Aswarman, Kadispers Lanud Yku yang membacakan sambutan Danlanud YKu Timika mengungakpkan, hari ini semua yang hadir tidak hanya melipat selembar kertas membentuk pesawat dan menerbangkannya ke udara. Tetapi, lebih dari itu sedang mengirimkan pesan ke seluruh penjuru negeri, bahwa anak-anak Indonesia mempunyai mimpi, harapan dan keberanian untuk terbang tinggi seperti pesawat meraih cita-cita.

“Mari terus kobarkan semangat untuk membangun masa depan Indonesia, mulai dari melipat selembar kertas dan menerbangkannya bersama harapan,” ajaknya.

Menurutnya, dari langkah kecil hari ini bisa melahirkan langka besar untuk negeri ini di masa depan.

Setiap anak Indonesia berhak bermimpi setinggi pesawat terbang untuk mewujudkan cita-citanya. Semoga dari pesawat kertas ini lahir semangat baru untuk terbang lebih tinggi bagi diri sendiri, keluarga dan untuk Indonesia tercinta.

Turut hadir Aloysius Yawang, Sekretaris Distrik Wania, Norman Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi, Yonita Tonapa, Kepsek SD Inpres Nawaripi, para guru SD Inpres Nawaripi beserta warga Kampung Nawaripi. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.