Kutipan lainnya, Injil Matius 18:20. “Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah mereka”.

Berpedoman pada kutipan injil Matius itu, ia menegaskan lantai 2 ini adalah tempat pertemuan dan Yesus senantiasa ada di sini.

1 Korintus 3:9, “Kita adalah pekerja sama kepunyaan Allah… bangunan Allah”.

”Kita bersama-sama membangun bait rohani, bukan bangunan batu saja,” katanya.

Efesus 2:19-22 — “Kamu dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi… tempat kediaman Allah di dalam Roh”. Ruangan ini menjadi tempat ibadah rohani, tempat Tuhan berdiam melalui Roh-Nya.

Ibrani 13:8, “Yesus Kristus adalah sama, kemarin dan hari ini dan sampai selama-lamanya”.

Ia menyakini Tuhan yang memulai pekerjaan ini tetap memimpin hingga selesai.

Pada kesempatan itu, Pdt. Deteminus mengucapkan terima kasih kepada seluruh jemaat yang berdoa, berkorban, dan bekerja sama atas setiap tangan yang menyumbang baik tenaga, pikiran dan harta.

Segala kebaikan, ia mendoakan semoga Tuhan selalu menyertai setiap langkah, tidak ada jerih payah yang sia-sia dalam Tuhan (1 Korintus 15:58).

Ia menekankan lantai 2 ini bukan tujuan akhir, melainkan pintu gerbang baru. Dari sini pelayanan GKII Timika Kota akan makin meluas: pembinaan iman, doa, pengajaran, dan pelayanan kasih kepada masyarakat. Seperti janji Tuhan: Penerobos  yaitu Kristus telah maju di depan dan jemaat hanya mengikuti-Nya.

”Di tengah segala tantangan di tanah ini, di tengah kesulitan, perubahan, dan kekhawatiran  ingatlah: Tuhan sendiri berjalan menjadi kepala barisan kita. Ia yang membuka jalan, Ia yang menyertai, dan Ia yang menyempurnakan,” pesan Pdt. Deteminus.

Ia mengajak semua jemaat untuk berjanji mempersembahkan tempat tersebut dengan:

– Menjaga tempat ini dengan hormat dan syukur.

​- Menggunakannya untuk kemuliaan Tuhan, bukan kepentingan sendiri.

​- Tetap bersatu seperti kawanan domba yang berjalan bersama di bawah pimpinan Gembala Agung, Tuhan Yesus Kristus. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.